Inflasi Stabil, Perekonomian Jateng Alami Pertumbuhan

SEMARANG (asatu.id) – Kondisi perekonomian di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan tumbuh lebih tinggi di rentang 5,2 – 5,6 pada tahun 2018, menginggat pertumbuan ekonomi Jateng di triwulan ke III 2017 mengalami pertumbuhan 5,13%.

“Perekonomian di Jateng mengalami tren pertumbuhan yang positif setiap tahun, dibarengi masuknya investasi dan pembangunan infrastuktur,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng, Hamid Ponco Wibowo pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017 “Outlook Perekonomian Jateng 2018 di Kantor Perwakilan BI Jateng Jalan Imam Bardjo, Selasa (5/12).

Hamid mengatakan potensi tumbuhnya perekonomian Jateng 2018 mendatang, tercermin dengan terus adanya kenaikan ekonomi dari tahun ke tahun.

“Tahun 2012 perekonomian Jateng tumbuh cepat dan stabil dikisaran 5%, pada triwulan ketiga 2017 tumbuh 5,13% lebih baik di triwulan yang sama pada 2016 sebesar 5,06%,” katanya.

Di sisi investasi, lanjutnya, pertumbuhannya meningkat sebesar 7,35% lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Sementara untuk sisi  lapangan usaha pada sektor primer perdagangan tumbuh membaik 7,47 %.

“Di sektor sekunder, pada bidang informasi dan komunikasi pertumbuhanya tertinggi mencapai 13,08 persen,” tuturnya

Dia menambahkan untuk inflasi di Jateng pada 2017 berada pada level yang rendah stabil. Hingga oktober 2017 inflasi tercatat 3,47 % (yoy) atau 2,68 (ytd).

“Secara tahunan inflasi di Jateng masih terkendali dan berada di bawah capaian nasional sebesar 3,58 % (yoy).

Sementara Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko mengatakan pihaknya akan berupaya terus dalam menstabilkan hingga meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah.

“Capaian ini sebagai acuan pemerintah provinsi, dan ini kita tidak bisa bergembira, masih banyak PR yang harus ditangani terutama kemiskinan dan pengangguran dimaa itu indikator pertumbuham perekonomian Jateng,” pungkasnya. (isan)

10

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan