BI : Pemulihan Ekonomi Indonesia 2018 Tumbuh 5 persen

SEMARANG (asatu.id) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan momentum pemulihan perekonomian indonesia pada tahun 2018 akan terus berlanjut dengan proyeksi pertumbuhan dari 5,1 -5,5% persen dengan permintaam domestik sebagai motor penggerak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jateng Hamid Ponco Wibowo kepada ratusan tamu undangan baik pemerintah Kabubapten – Kota Se Jateng, Pengusaha dan Perbankan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2017 “Outlook Perekonomian Jateng 2018 di Kantor Perwakilan BI Jateng Jalan Imam Bardjo Semarang, Selasa (5/12).

Hamid mengatakan momentum pemulihan ekonomi Indonesia tercermin pada pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2017 yang tumbuh lebih tinggi hingga 3,6% dari tahun sebelumnya dan  berdampak baik bagi perkembangan ekonomi di Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi global dipengaruhi oleh adanya proses pemulihan ekonomi yang meningkat dari awal tahun 2017 di Eropa dan Jepang, dengan pertumbuhan masing – masing 1,9% dan 1,3 %,” ujarnya

Dia menambahkan untuk sisi negara berkembang mengacu pada pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang proyeksi perekonomian tumbuh tinggi sebesar 6,7%,” tuturnya.

Menurutnya, dampak pertumbuhan ekonomi global tersebut membuat volume perdangangan dunia meningkat dan peningkatan harga komoditas internasional khusunya batu bara serta mineral menguat di tahun 2017.

Sehingga lanjutnya, dampak tersebut membuat ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5,1% dengan inflasi yang terjaga di rentang 3,0 – 3,5 % dan stabilitas ekonomi juga demikian dengan defisit transaksi membaik di bawah 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kami meyakini inflasi nasional tahun 2018 akan berada dalam kisaran sebesar 3,5 + 1% dengan pertumbuhan kredit dalam kisaran 10 – 20 % dam pertumbuhan pihak ketiga dalam kisaran 9 – 11%,” pungksnya. (isan)

11

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan