PKL Terboyo Ngadu ke DPRD

SEMARANG (asatu.id) – Puluhan PKL di dalam Terminal Terboyo meminta selama belum ada ketentuan pemindahan bus-bus AKDP ke Terminal Penggaron, bus-bus tersebut jangan dihalang-halangi masuk ke dalam terminal. Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Sub Terminal Terboyo Mustofa saat mengadu ke DPRD Kota Semarang, Senin (4/12).

Menurut Mustofa, beberapa hari lalu pada saat Kaligawe dan sekitarnya banjir tidak ada bus yang masuk ke dalam Terminal Terboyo, sehingga tidak ada pendapatan yang masuk untuk para PKL. Aspirasi tersebut disampaikannya agar para PKL bisa mendapatkan kesejahteraan.

“Kami mengadu kepada Dewan agar selama rencana pemindahan bus-bus AKDP dan AKAP belum ada ketentuan pasti, maka jangan dihalang-halangi masuk ke dalam terminal,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menerangkan kondisi area PKL tidak sesuai dengan harapan para PKL yang ada di Terminal Terboyo. Sebab, jumlah kios tidak sesuai dengan jumlah kios yang ada di Terminal Terboyo.

“Rencananya, 63 PKL kios besar akan menempati Terminal Mangkang. Kemudian, dari 74 PKL kios kecil, 30 di antaranya di Penggaron dan sisanya di Mangkang juga. Tapi infrastrukturnya belum siap,” imbuhnya.

Pihaknya keberatan jika nantinya pedagang harus melakukan penyekatan kios sendiri. Alasannya, terminal merupakan aset pemerintah, bukan milik PKL. Ia meminta agar Dishub Kota Semarang berkomunikasi terlebih dahulu dengan Dishub Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Perhubungan terkait penyediaan fasilitas untuk PKL.

“Lalu masalah air yang tidak memadai. Kami malah disuruh membuat pompa air artetis sendiri. Padahal biayanya besar,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menegaskan sikapnya sejak awal meminta Dishub untuk menunda pemindahan bus dan PKL Terboyo yang sudah dimulai per 1 Desember 2017 lalu.

“Kami mendesak Dishub agar menunda dulu. Jangan terburu-buru. Perlu disiapkan dengan matang agar tidak terjadi gejolak. Karena proses pemindahan itu sendiri belum jelas kajiannya,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *