Operasi Senyap, BNN Amankan 13 Juta Pil PCC

SEMARANG (asatu.id) – Sebanyak 13 juta butir pil Paracetamol Caffeine Carisoprodol (PCC) siap edar berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) lewat operasi senyap di dua lokasi pabrik yang berbeda di Semarang, yakni di Jalan Halmahera Nomor 27, Karangtempel  dan Jalan Gajah Timur Dalam Nomor 2 Kota Semarang.

Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, jutaan pil yang dibuat pelaku di rumah kontrakan mewah yang dijadikan pabrik itu, rencananya akan diedarkan ke Kalimantan melalui jasa pengiriman darat dan laut.

“Joni (38) ini merupakan pemililk pabrik di dua lokasi tersebut dan Sri Anggono alias Ronggo (52) asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini pemilik modal dan sempat lolos saat penangkapan, namun akhirnya berhasil dibekuk di daerah Bandung, Jawa Barat,” ujarnya saat jumpa pers, Senin (4/12).

Menurut Budi, penggerebekan pabrik pil ilegal di Semarang merupakan temuan kelas kakap, terlebih kasus tersebut serupa dengan pengungkapan di Kepulauan Riau (Kepri) dengan temuan 12 ton bahan baku pil PCC.

“Aktivitas mereka terbilang terorganisir dan profesional. Selain ada sejumlah mesin pencetak pil, mesin press, mesin pengaduk, mesin pengayak serbuk PCC juga rumahnya didesain kedap suara, sehingga masyarakat tidak mengetahui dan curiga kegiatan ilegal yang dijalankan,” ujarnya.

Sementara Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono akan melakukan pengembangan lanjutan sekaligus mengusut tuntas peredaran pil berbahaya tersebut.

“Dari penangkapan Joni sebagai pengendali peredaran pill PCC, Kami akan memperdalam penyeledikan dan pelaku kami jerat dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” tegasnya.

Dalam pengungkapan pabrik pil PCC skala besar di Semarang itu, petugas gabungan mengamankan pil di pabrik Halmahera sebanyak 1.710.000 butir yang sudah dicetak dan kemas.

Ada pil PCC cetak sebanyak 5.410.000 butir dengan bahan baku mentah siap untuk dicetak sebanyak 156 kg dengan estimasi bisa menghasilkan 4-5 juta butir.

Sedangkan di lokasi Gudang Jalan Gajah Timur Dalam Nomor 2, petugas mengamankan 1.000.000 PCC, 1.390.000 pil berwarna kuning disebut Nova, 8 karton Pill Angiofen sebanyak 72.000 butir.

Selanjutnya, 53 dus pil Carisoprodol merek Sumadril sebanyak 5.300 butir serta serbuk warna kuning untuk pembuatan pil Nova sebanyak 27 Kg dengan estimasi bisa menghasilkan 1 juta butir.

Barang bukti lain juga disita, yakni Carisoprodol sebanyak 20 sak, tepung sebanyak 5 karung, 17 drum paracetamol, 1 mobil Daihatsu Luxio, dan 180 rol alumunium foil dengan obat merek Zenit Karnoven seharga Rp 5 juta,

Selanjutnya ada satu unit mobil Nissan Evelia satu unit sepeda motor Honda VCX warna putih, satu unit Toyota Fortuner dan dan 1 pucuk senjata api merek Zettira buatan Cheko beserta 10 butir peluru karet. (Isan)

 

 

 

10

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan