Penanggulangan Kemiskinan Masih Jadi Prioritas

SEMARANG (asatu.id) – Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP menegaskan penanggulangan kemiskinan masih menjadi skala prioritas pada 2018. Hanya saja, program pengentasan kemiskinan harus dilandasi dengan single data yang valid.

“Rehab rumah tidak layak huni (RTLH) gencar dilakukan. RTLH nggak cukup kalau hanya dari anggaran kita. Kabupaten menyediakan, pusat menyediakan, Baznas menyediakan, CSR menyediakan. Kita dorong semuanya, termasuk bantuan-bantuan dari publik atau masyarakat dilakukan,” kata Ganjar Pranowo usai menghadiri Rapat Paripurna Persetujuan Raperda APBD Provinsi Jawa Tengah TA 2018 di DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kamis (30/11).

Pada 2018, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran tidak banyak mengalami pergeseran alokasi anggaran. Pada tahun mendatang, prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ditujukan pada beberapa program, seperti pengentasan kemiskinan, infrastruktrur, dan pendidikan.

“Prioritasnya masih penanggulangan kemiskinan, infrastruktur juga masih (prioritas). Tapi kita meratakan dengan tanggung jawab baru kita, yaitu pendidikan untuk menjadi pertimbangan,” paparnya.

Soal pergeseran-pergeseran yanh dilakukan, menurut Ganjar, tidak terlalu banyak berubah dari tahun sebelumnya. “Pergeseran anggaran itu karena menyesuaikan dengan RPJMD yang sudah kita siapkan,” ujar gubernur.

Politisi asal PDIP ini menjelaskan, meski menjadi program prioritas, namun alokasi anggaran untuk infrastruktur sedikit berkurang. Hal ini larena saat ini jalan provinsi kondisinya 89 persen sudah baik.

“Infrastruktur berkurang karena jalan provinsi itu 89 persen sudah baik. Mudah-mudahan tidak kena bencana,” tandasnya.

o

                                                                                                     

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *