Pedagang Pasar Yaik Baru Siap Estafet

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang Ngadino meminta pedagang grosir Pasar Yaik Baru, jangan dipindah ke relokasi MAJT terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan agar Kawasan Pasar Johar jangan sampai kosong tidak ada kegiatan transaksi pedagang dan pembeli.

“Kami menginginkan kawasan Johar jangan sampai kosong. Alasannya, kawasan Pasar Johar ini masih tetap ada transaksi antara pedagang dan pembeli,” ujarnya, Jumat (1/12).

Pihaknya khawatir jika para pedagang Pasar Yaik Baru dipindah di kawasan relokasi MAJT akan menggeser para pelanggang yang selama ini menjadi langganan Pasar Yaik ke kota-kota tetangga. Di mana dampaknya juga akan menggeser perekonomian di Kota Semarang.

“Untuk mengembalikan pelanggan ke pedagang Pasar Johar nanti akan lebih sulit, sebab pembeli sudah terbiasa di luar Kota Semarang. Maka dari itu kawasan Johar jangan sampai kosong,” tegas Ngadino.

Terkait rencana relokasi, Ngadiono mengaku siap dan kapan saja dipindah ke tempat relokasi sementara kawasan MAJT. Namun, ia menginginkan setelah Pasar Johar yang ditetapkan sebagai cagar budaya selesai dibangun dapat ditempati oleh para pedagang yang telah berada di relokasi MAJT.

“Setelah kawasan cagar budaya jadi dan ditempati pedagang di tempat relokasi. Pedagang  grosir Pasar Yaik Batu siap menempati relokasi pedagang Johar di MAJT yang telah ditinggalkan pedagang. Pedagang Pasar Yaik Baru siap estafet,” imbuhnya.

Ngadiono mengatakan, sesuai instruksi walikota, para pedagang Pasar Yaik Baru tidak akan dipindah ke relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sebelum Pasar Johar cagar budaya selesai direnovasi untuk ditempati para pedagang dari relokasi MAJT. “Proses pemindahan para pedagang grosir Pasar Yaik Baru itu lebih simple dan hemat biaya pengeluaran APBD,” tukasnya. (is)

9

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan