BPJS Semarang alami defisit sebulan terakhir

SEMARANG (asatu.id) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Kota Semarang mengalami peningkatan jumlah peserta mencapai 96% dari total jumlah penduduk yang tinggal mencapai 2 juta jiwa.

Namun karena peningkatan tersebut, menjadi masalah dari segi finansial. Dalam kurun waktu satu tahun, BPJS Kesehatan KCU Kota Semarang menggelontorkan dana hingga Rp 2,3 triliun, untuk membiayai seluruh pengobatan peserta BPJS Kesehatan.

“Masih terjadi defisit pada pembiayaan BPJS Kesehatan khususnya di Kota Semarang, Kami menyebutnya bukan defisit, namun miss match,” kata Kepala BPJS Kesehatan KCU Kota Semarang, Bimantoro R kepada asatu.id.

Menurut Bimantoro, hal tersebut terjadi karena iuran yang diterima lebih kecil dibandingkan pengeluaran pembiayaan yang mencapai triliunan. Hal ini disebabkan perhitungan tidak sesuai dengan perhitungan aktual.

Pihaknya menambahkan, pendapatan yang diterima BPJS Kesehatan dari iuran peserta lebih sedikit dibandingkan pengeluaran. Sehingga kalau iuran tidak dinaikkan, maka akan terus terjadi miss match.

“Selama sebulan BPJS KCU Kota Semarang menerima pendapatan sekitar Rp52 miliar perbulan, namun dalam pengeluarannya mencapai Rp172 miliar. Masalah defisit tersebut ditutup dari anggaran pemerintah,” tambahnya.

Bimantoro melanjutkan, mengenai berita BPJS Kesehatan akan menstop anggaran delapan penyakit dinyatakan sebagai hoax.

“Berita tentang delapan penyakit yakni jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis, hepatitis, talasemia, leukemia dan hemofilia akan distop pembiayaannya itu berita palsu. Yang sebenarnya itu hanyalah sebuah wacana saja, dikemukakan direktur utama melihat adanya miss match antara iuran dengan pengeluaran,” pungkasnya.

Sementara itu, peserta BPJS Kesehatan, Susilowati merasa pengelolaan BPJS Kesehatan selama ini sudah baik.

“Menurut saya sudah baik untuk pengelolaannya namun terkadang beberapa rumah sakit selalu penuh, saat menggunakan BPJS Kesehatan jadi saya terkadang kesulitan,” tuturnya. (anin)

48

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *