Diet Karbo VS Diet Protein, Pilih yang Mana?

SEMARANG (Asatu.id) – Mengurangi makan atau menjaga pola dengan memilih menu makan dengan cara diet jadi pilihan bagi yang ingin menurunkan berat badan. Diet yang tersedia pun banyak ragam dan caranya. Terlebih, diet juga memiliki tren yang terus muncul dan jadi cara baru. Beberapa bahkan mengklaim bisa menurunkan berat badan dengan cepat.

Ada yang berhasil namun tak sedikit yang gagal dalam menjalankan program diet untuk penurunan berat badan.Umumnya mereka gagal karena tidak kuat saat melakukan diet, atau justru diet yang mereka jalankan malah merusak kesehatan tubuh mereka.

Agar Anda tak salah lagi maka ini ada perbandingan bagi yang ingin menurunkan dengan melakukan diet karbo atau diet protein, mana yang lebih baik?Berikut informasi yang telah dihimpun oleh asatu.id :

Diet Karbo

Bagi yang ingin menurunkan berat badan dalam jangka pendek, biasanya diet karbo menjadi pilihan. Sementara, yang ingin melakukan diet dalam jangka panjang maka jenis diet ini tidak disarankan karena justru akan berbahaya.

Fakta menunjukan bahwa orang yang melakukan diet karbo memang bisa menurunkan berat badannya hingga 10kg di awal. Karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi adalah nasi. Mengapa, diet karbo ini tidak bisa dilakukan dalam jangka panjang pasalnya nasi juga mengandung serat yang sangat baik untuk pencernaan dalam tubuh. Bahkan nasi juga mengandung banyak vitamin dan juga mineral.

Kandungan asam amino yang begitu tinggi pula pada nasi berfungsi untuk meningkatkan massa otot tubuh. Selain nasi putih, makanan lain yang mengandung tinggi karbohidrat yaitu Gula, Tepung Sagu, Jagung, Mie Instan, Singkong, Pasta, Pisang, Nanas, Mangga, Apel, dan lain sebagainya.

Diet Protein

Bagi yang ingin diet tapi masih ingin mencicipi makanan enak dan kenyang lebih lama direkomendasikan untuk memilih diet protein. Bila dilakukan dengan benar diet ini dapat menurunkan berat badan Anda secara optimal. Dalam diet ini, Anda dapat memilih diet tinggi protein dengan rendah karbohidrat atau diet protein dengan rendah lemak. Keduanya mampu membantu penurunan kolesterol LDL yang berbahaya dan meningkatkan kolesterol HDL yang sehat bagi jantung.

Ada beberapa hal pula yang diperhatikan apabila Anda memilih diet protein yaitu konsumsi tinggi protein namun rendah kadar karbohidrat dapat mengganggu kerja dan fungsi organ tubuh lainnya. Kerja ginjal akan lebih berat akibat meningkatnya sisa metabolisme protein sehingga dapat berisiko menyebabkan batu ginjal.

Menurut penelitian dari yang telah mencoba diet protein, ada yang berhasil menurunkan hingga 15kg.

Setelah mengetahui ulasan di atas, kira-kira Anda pilih yang mana?Sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin Anda capai ya, Semoga berhasil…(Nadya)

70

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan