PKL Barito Pertanyakan Peta Pembangunan Normalisasi BKT

SEMARANG (asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang kembali melakukan sosialisasi terkait rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito. Kali ini, Dinas Perdagangan Kota Semarang melakukan sosialisasi di Kelurahan Karangtempel, Semarang Timur (28/112). Seperti diketahui, relokasi pedagang tersebut menyusul akan dinormalisasinya Banjir Kanal Timur (BKT).

Salah seorang PKL Barito, Abu Sahiri mengatakan, permintaan pedagang saat ini adalah ingin melihat peta pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT). Sampai saat ini baik Dinas Perdagangan maupun BBWS Pemali Juwana dianggap belum menunjukkan peta pembangunan tersebut.

“Kami hanya ingin tahu seperti apa. Apakah memang kami ini berada di bantaran sungai atau tidak. Jika tidak melanggar, ya kami inginnya ditata saja, tidak direlokasi. Pak Fajar (Kepala Dinas Perdagangan) saja, saya tanya juga bilangnya belum lihat, gimana ini?,” ujarnya.

Terkait ditanya relokasi, ia menyatakan, para pedagang tidak menolak jika memang melanggar sepadan sungai. Namun pihaknya masih menginginkan agar pedagang bisa melihat peta normalisasi BKT. Jika memang nantinya tetap direlokasi, pihaknya meminta agar dalam proses relokasi nantinya pedagang yang terdaftar di Dinas Perdagangan agar diprioritaskan. ”Kalau opsi terakhir memang harus pindah, kami hanya akan minta agar (pedagang) yang ilegal tidak disamakan dengan kami yang resmi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menerangkan, sosialisasi di Karangtempel akan dilakukan dua kali. Fajar menambahkan, sosialisasi diikuti puluhan PKL Barito blok A-H yang berada di wilayah Karang Tempel.

Selain itu, terkait normalisasi BKT, pihaknya mengaku sudah berkomunikasi dengan BBWS dimana saat ini pemenang lelang proyek normalisasi BKT tinggal menunggu surat perintah kerja dari Kementerian Keuangan. Sedangkan untuk proyek Pasar Klitikan  progressnya juga saat ini sudah mencapai 90 persen.

“Jadi tidak perlu khawatir tidak dapat lapak di Pasar Klitikan. Nanti relokasi di Pasar Klitikan Penggaron pasti akan diprioritaskan bagi pedagang yang resmi terdaftar di Dinas Perdagangan,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *