Sinergitas Guru dan Orang Tua Sangat Penting Bentuk Perkembangan Anak

SEMARANG (asatu.id) – Psikolog Universitas PGRI Semarang Desi Mauliani mengatakan, untuk menunjang perkembangan anak dari segala aspek, peran guru dan orang tua harus selalu berdampingan. Di mana dengan parenting tersebut diharapkan terciptanya lingkungan rumah dan sekolah yg membahagiakan anak.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi “Kesiapan Belajar Anak PAUD dengan Mempersiapkan Kesehatan Mental yang Positif dari Lingkungan Anak”, di PAUD Taman Belia Candi Semarang. Sebanyak 50 orang tua dari TPA, KB dan TK Taman Belia terlibat secara aktif selama kegiatan berlangsung, baru-baru ini.

“Parenting salah satu kegiatan yang dilakukan oleh sekolah untuk orang tua. Orang tua dapat belajar bersama dengan narasumber dan guru,” ujarnya.

Dirinya menyebutkan, anak adalah tamu istimewa yang diberikan Tuhan bagi orang tua, maka dari itu perlu diperlakukan secara istimewa dan hingga saat dikembalikan juga dalam keadaan yang istimewa.

“Orang tua perlu menstimulasi anak sesuai dengan perkembangannya, karena anak yang lahir mempunyai fitrah/potensi yang perlu dikembangkan, seperti : iman, bertahan hidup, belajar hingga pawai, kasih sayang,  interaksi, seksualitas, dan tanggung jawab. Karenanya, stimulasi yang diberikan akan menjadi dasar bagi perkembangan anak pada usia selanjutnya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, ada banyak hal yang sering terjadi menjadi kendala orang tua dalam memberikan stimulan kepada anak. Seperti, kesibukan orang tua dengan pekerjaannya membuat orang tua sering memunculkan emosi yang berlebih ketika menghadapi anak. “Jadi kesehatan mental anak dipengaruhi oleh kesehatan mental orang tua, sekolah dan lingkungan yang berada di sekitar anak,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Taman Belia Candi Citra Pratiwi menambahkan ada lima pilar kekuatan yang bisa orang tua lakukan ketika muncul emosi di luar yang tidak menyenangkan. Yakni, kenali emosi diri dan selesaikan emosi tersebut, fokus pada tujuan (target yang ingin dicapai dari masalah yang ada pada anak-satu persatu), bangun kedekatan (terutama fisik), pertajam indera (melihat perubahan pada anak) dan fleksibel dalam bertindak.

“Ketika orang tua bahagia, stimulasi yang diberikan pada anak akan lebih optimal dan anak mudah menyerap pengetahuan saat ia bahagia,” tukasnya. (is)

16

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan