Normalisasi BKT, BBWS Tunggu Persetujuan Menkeu

SEMARANG (asatu.id) – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana segera akan melakukan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dalam waktu dekat. Diperkirakan, awal Desember mendatang segera dimulai.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan (Menkeu) untuk persetujuan anggaran multiyears dalam proyek normalisasi BKT.

Ia menambahkan, setelah persetujuan ditandatangani Menteri Keuangan, langsung dilakukan kontrak untuk pemenang lelang dan normalisasi bisa dimulai. Untuk pemenang lelang sendiri, lanjutnya, telah ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dilakukan pada 15 September lalu.

“Jadi nanti anggarannya dipecah-pecah, untuk tahap pertama berapa, tahap kedua berapa dan tahap ketiga berapa. Itu yang menetapkan menteri keuangan, karena ini menyangkut keuangan negara,” ujarnya, Minggu (26/11).

Pertama kali, ujar dia, akan dilakukan tahap pekerjaan persiapan, yakni seperti, mobilisasi peralatan, pembuatan perkantoran di sekitar lokasi pekerjaan di Banjir Kanal Timur. “Nanti selanjutnya dilakukan pemindahan warga secara bertahap. Dia meminta pemindahan warga atau relokasi warga harus sesuai dengan schedule. Kalau pemindahan belum dilaksanakan secara keseluruhan dikhawatirkan kegiatan ini terlambat dan tidak sesuai dengan target yang diharapkan,” imbuhnya.

Dalam pembangunan normalisasi BKT tahap pertama ini, ada empat kecamatan terkena dampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur, yakni Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Genuk, dan Semarang Utara. Di dalamnya terdapat 12 kelurahan terkena dampak, yakni Kelurahan Pandean Lamper, Sambirejo, Karang Tempel, Rejosari, Bugangan, Sawah Besar, Kaligawe, Tambak Rejo, Mlatiharjo, Kemijen, Terboyo Kulon, dan Tanjung Mas.

Total warga yang terkena dampak di tahap pertama berjumlah 2.758 bangunan. Secara rinci, inventarisasi bangunan yang bakal dirobohkan di Kelurahan Pandean Lamper sebanyak 643 bangunan, Karang Tempel 374 bangunan, Rejosari 263 bangunan, Sambirejo 212 bangunan, Bugangan 121 bangunan, Sawah Besar 229 bangunan, Mlati Harjo 335 bangunan, Kaligawe 205 bangunan, Kemijen 58 bangunan, Tambak Rejo 117 bangunan, Terboyo Kulon 56 bangunan, Tanjung Emas 145 bangunan.

Ditargetkan, pembangunan normalisasi yang dimulai 2017 diharapkan selesai 2019 atau kurang lebih butuh waktu tiga tahun. “Tetapi kami selalu akan lakukan percepatan, karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak,” tukasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *