Optimalkan Pendapatan Daerah, Bapenda Gelar Uji Petik

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang terus berupaya dalam memaksimalkan pendapatan daerahnya. Salah satunya, pendapatan daerah dari sektor mineral bukan logam dan bebatuan. Hingga pertengahan bulan November ini, pendapatan Pemkot Semarang dari sektor mineral bukan logam dan bebatuan telah tercapai sebanyak 92%.

Kepala Seksi Pendaftaran dan Pendapatan Pajak Bapenda Kota Semarang, Elly Asmara mengatakan untuk tahun 2017 ditargetkan perolehan pajak dari sektor mineral bukan logam dan bebatuan sebesar Rp 200 juta. Pihaknya berharap, kekurangan 8% dari total pendapatan akan tercapai di Desember 2017.

Untuk menggenjot pendapatan tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Rabu (22/11), melakukan razia truk yang bermuatan tanah untuk kemudian dilakukan uji petik. Razia gabungan Bapenda dan Dinas Perhubungan dibantu dari kepolisian itu digelar di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Ngaliyan.

Satu per satu truk yang melintas di jalan tersebut dihentikan dan diminta melakukan penimbangan muatan pada timbangan portable yang disediakan petugas. Dari hasil uji petik diharapkan akan dapat membantu optimalisasi pendapatan daerah dari sektor ini.
.
“Uji petik ini dilakukan untuk mengetahui jumlah galian C yang diperjualbelikan. Sebab gallian C ada pajaknya sebesar 25%/m3 dari harga yang telah ditetapkan. Dan sesuai dengan Peraturan Gubernur Nomor 543 Tahun 2017 telah ditetapkan harga tanah uruk di Kota Semarang sebesar Rp 12.000/m3,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui uji petik ini diharapkan potensi pajak dari sektor ini dapat memberikan sumbangsih yang optimal. “Selalu tidak bisa mencapai target, padahal potensinya diperkirakan cukup tinggi. Melalui uji petik ini diharapkan potensi pajak dari sektor ini dapat dioptimalkan,” tukasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *