Ini Besaran UMK Jateng 2018 Yang Ditetapkan

SEMARANG (asatu.id) – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Jawa Tengah (Jateng) tahun 2018 resmi ditetapkan.

Penetapan itu tercantum dalam Surat Keputusan Gubernur (SK-Gub) Nomor 560/94 Tahun 2017 tertanggal 20 November 2017 yang ditandatangani langsung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Berikut daftar UMK 2018 untuk kabupaten/kota se-Jateng yang telah disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah, yaitu ;

 

  1. Kota Semarang : Rp 2.310.087,50
  2. Kab Demak : Rp 2.065.490
  3. Kab Kendal : Rp 1.929.458
  4. Kab Semarang : Rp 1.900.000
  5. Kota Salatiga : Rp 1.735.930,06
  6. Kab Grobogan : Rp1.560.000
  7. Kab Boyolali : Rp 1.651.650
  8. Kota Surakarta : Rp 1.668.700
  9. Kab Sukoharjo : Rp1.648.000
  10. Kab Sragen : Rp 1.546.492,72
  11. Kab Karanganyar : Rp1.696.000
  12. Kab Wonogiri : Rp 1.524.000
  13. Kab Klaten : Rp1.661.632,35
  14. Kab Batang : Rp 1.749.900
  15. Kota Pekalongan : Rp 1.765.178,63
  16. Kab Pekalongan : Rp 1.721.637,55
  17. Kab Pemalang : Rp 1.588.000
  18. Kota Tegal : Rp 1.630.500
  19. Kab Tegal : Rp 1.617.000
  20. Kab Brebes : Rp 1.542.000
  21. Kab Blora : Rp 1.564.000
  22. Kab Kudus 1.892.500
  23. Kab Jepara : Rp 1.739.360
  24. Kab Pati : Rp 1.585.000
  25. Kab Rembang : Rp 1.535.000
  26. Kota Magelang : Rp 1.580.000
  27. Kab Magelang : Rp 1.742.000
  28. Kab Purworejo : Rp 1.573.000
  29. Kab Temanggung : Rp 1.557.000
  30. Kab Wonosobo : Rp 1.585.000
  31. Kab Kebumen : Rp 1.560.000
  32. Kab Banyumas : Rp 1.589.000
  33. Kab Cilacap : Rp 1.841.209
  34. Kab Banjarnegara : Rp 1.490.000
  35. Kab Purbalingga : Rp 1.655.200

 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pengambilan keputusan dalam penetapan UMK 2018 tersebut sudah dilakukan secara demokratis.

“Dalam penetapan itu kita telah mengakomodir pihak terkait seperti dari buruh kita tanyai, berikut serta dari organisasi dan pengusaha industri kita tanyai pula,” ujarnya saat menghadiri Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN)  Ke -VI 2017 di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, Selasa (21/11).

Menurut Ganjar, dalam penetapan UMK 2018 tersebut pasti ada yang pihak yang tidak puas. Meski demikian pihaknya telah melakukan kajian optimal dalam penetapan UMK.

“Pemerintah berada di tengah memfasilitasi sekaligus mengakomodir kehendak buruh dan pengusaha untuk kesejahteraan bersama,” imbuhnya. (isan)

117

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan