Nostalgia Motor Tua di Helatan HUT MACI ke 34

SEMARANG (asatu.id) – Deretan motor-motor antik dan tua produksi Eropa dan Amerika terlihat nyentrik dan mempesona. Motor-motor antik ini terlihat terawat baik oleh yang punya meski berusia lebih dari 50 tahun.

Motor-motor antik ini mempunyai keunikan dan membutuhkan perawatan khusus. Namun dengan adanya komunitas motor antik yang ada memudahkan pecinta motor tua untuk saling bertukar informasi mengenai kebutuhan khusus untuk perawatan motor antiknya.

Sebut saja MACI yang merupakan salah satu klub motor antik yang ada di Semarang. Ya, Motor Antique Club Semarang (MACI) telah menggelar hajatan memperingati HUT ke 34 tahun yang bertajuk The Legend Reborn di Taman Budaya Raden Saleh Semarang pada 17-18 November.

Acara yang dihadiri oleh ratusan penggemar motor antik dari seluruh Indonesia ini dimeriahkan beberapa penampilan band lokal Semarang seperti Octopuz, After Rain, Semarang Blues Community dan ditutup oleh Rastafaria Band.

Ketua Motor Antique Club Semarang, Moch. Teguh Albaisar mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk memperingati lahirnya motor antique club Indonesia yang lahir di kota Semarang sejak tahun 1983. Selain itu juga bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi antar sesama bikers motor antik seluruh Indonesia.

“Harapan ke depannya untuk seluruh motor antique club Indonesia akan semakin erat, semakin guyub dan saling respect,” ujar lelaki yang memiliki motor antik Harley Davidson Sportser tahun 1957 dan BSA tahun 1954.

Menurut Bebeh sapaan akrabnya, mengaku sangat mencintai motor antik sejak awal mengenyam bangku sekolah menengah. “Alasannya menyukai motor antik karena motor antik itu bentuknya unik dan suara motornya yang khas dari motor-motor era masa kini,” ungkapnya.

Sementara itu Harno selaku anggota tertua MACI menjelaskan, menilik sejarahnya MACI itu tarafnya Internasional dan cikal bakalnya lahir di Semarang sejak tahun 1993.

“Melalui motor tua bisa menjadi alat pemersatu bangsa seluruh Indonesia. Kita harus melestarikan sejarah motor tua untuk diceritakan kepada anak cucu kita kelak,” ujarnya.

Klub motor tua ini sudah memiliki 75 anggota hingga sekarang. Kebanyakan memiliki motor keluaran Eropa mulai dari tahun 1939 hingga tahun 1966. Wadah ini didirikan sebagai upaya pelestarian motor-motor tua yang pernah berjaya pada eranya.

Dengan memiliki motor-motor jaman perang dunia pertama dan kedua ini juga memupuk nilai historis dan mengenal sejarah. (Riska Fara)

40

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan