Pusat Studi Energi UGM Kaji SUTET Jawa Bagian Selatan

SEMARANG (asatuid) – Lembaga Riset Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ”Manfat Terjaminnya  Pasokan Energi Listrik Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Jawa”, di Hotel Aston, Kamis (16/11).

Strategi pemanfaatan ketersediaan energi listrik mampu meningkatkan perekonomian dimana hal ini berhubungan dengan rencana  pemerintah dalam peningkatan PDB dan lapangan kerja serta mendukung program kerja peningkatan elektrifikasi dan distribusi listrik oleh pemerintah pusat.

Pemerintah memiliki program 35.000 mw dan 20.000 mw yang berada di luar Pulau Jawa dan hampir semua sudah kontrak yang menjadi penguasa lahan. Sebelumnya pemerintah telah membangun saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di area Jawa bagian selatan.

Pusat Studi Energi (PSE) sebelumnya juga sudah melakukan kajian tahun lalu, bagaimana pengaruh SUTET terhadap perekonomian di Jawa bagian selatan. Dan sekarang untuk Jawa bagian utara juga akan dibangun pula SUTET.

Kepala Tim Penelitian dari Univesitas Gadjah Mada Dr Deendarlianto kepada asatu.id menuturkan kontrak dan pembangkit selesai tepat waktu serta berjalan lancar. Namun, lanjutnya, yang menjadi permasalahan adalah infrastruktur SUTET.

”Perlu ada kajian potensi ekonomi dan kebangkitan industri di Jawa Tengah serta berapa besar energi yang dapat disuplai dari pembangunan ini. Jika pembangunan SUTET terlambat, tentu kerugian yang lebih besar akan dirasakan masyarakat dan negara,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Deendarlianto, FGD ini dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah dan pusat, kejaksaan, kepolisian, akademisi serta stakeholder.

Dari kajian PSE, dia berharap proses pembangunan SUTET jangan sampai terlambat. Di sisi lain, proses pembangunan nanti  jangan sampai memakan korban bagi pelaksana, sehingga harus berurusan dengan masalah hukum. (is)

 

44

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan