Heru Beri Siswa Gambaran Kolaboratif Tim Work

SEMARANG (asatu.id) – Suasana menarik sekaligus atraktif tercipta saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, mengisi agenda “Gubernur Mengajar”, di Aula SMA Negeri 14 Semarang Jalan Kokrosono, Panggung Lor, Semarang Utara, Depan SMA Negeri 14 Kota Semarang (17/11).

Kegiatan yang merupakan kelanjutan rangkaian penanaman pohon itu, Heru Sudjatmoko memberikan gambaran tentang kolaboratif dalam kerja tim kepada 500 siswa-siswi

Siswa-siswi yang terlibat kegiatan itu berasal dari SMAN 14 Semarang, SM N 10 Semarang, SMK Negeri 10 Semarang dan SMK Negeri Jateng. “Bukan sesuatu yang baru mengenai pembahasan kolaborasi dalam tim work, tetapi terkadang masih kurang kita sadari,” ujarnya.

Untuk menggambarkan kolaboratif dalam tim work, Heru menujuk tiga perwakilan tiap sekolah untuk maju menerima tantangan.

Namun sebelumnya, mereka diminta memilih salah satu perwakilan untuk memilih juru bicara tim, dan alumni Magister Administrasi Publik atau Manajemen Pemerintahan Univeritas Diponegoro Semarang tahun 2003 itu mengapresiasi kecakapan mereka.

“Menarik ini ada yang memilih rembugan dan tidak linier memilihnya biasanya yang ditunjuk tengah, tapi ini tidak berarti mulai paham bentuk kolaboratif itu,” katanya.

Tantangan yang diberikan Heru berupa kemampuan kecakapan menyampaikan informasi.

Perwakilan SMA 14 dan SMA 10 diberikan tantangan menyampaikan tokoh yang berpengaruh dalam bangsa Indonesia, sementara kelompok SMK 10 dan SMK Jateng mengangkat pendapat pribadi.

Tidak disangka siswa-siswi itu mampu menyampaikan informasi dengan lantang dan runut dalam tutur bahasa.

“Kerja tim terlihat dan hasilnya siswa-siswa ini mampu menggali informasi oleh karena kemampuan kerjasama tim tidak bisa tercipta instan maka praktik kolaboratif ini harus dilatih secara bertahap, terutama di lingkungan sekolah,” tuturnya.

Menurutnya kekuatan kerja secara kolaboratif diperlukan terutama untuk membangun jaringan kerja. “Seperti di negara lain kekuatan kolabirasi cukup kuat untuk membangun bangsa, kita mengaku kekurangan untuk itu, namun modal kita ada, yakni kita punya anak-anak yang memiliki inspirasi tinggi akan sesuatu hal dan ini harus didorong,” pungkasnya. (isan)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *