Pasar Lelang Rempah, 100 Ton Jahe Terjual Selama Lima Menit

SEMARANG (asatu.id) – Pasar Lelang Provinsi Jawa Tengah yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Jateng diwarnai aksi tawar menawar harga bahan rempah.

Sejumlah rempah yang yang ada dalam pasar lelang itu, di antaranya bawang, alpukat, jahe, kencur, maupun lada.

Dalam pembukaan lelang itu sudah terjadi tansaksi 100 ton sebesar Rp 600 juta komoditi jahe emprit dalam waktu lima menit.

“Ini baru jahe emprit masih ada komoditas lain yang bakal terjadi transaksi lebih besar,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono.

Sri Puryono mengingatkan penggiat perkebunan dan petani agar senantiasa mengoptimalkan produksi hasil rempah.

“Ada tiga 3K yang utama yakni kualitas harus dijaga, dua kuantitas, di mana jumlahnya harus ditambah dan kontinyuitasnya harus terus dioptimalkan,” ujarnya.

Menurut Sri, untuk mewujudkan 3K perlu ada pendampingan dari sektor produsen. “Pendampingan ini perlu, dan melalui lelang ini mungkin perwakilan dinas bisa menyampaikan ke kepala dinas untuk diberikan pendampingan, kalo tidak nanti “mejen” lagi,” ujarnya.

Dia menambahkan lewat lelang itu pula bisa membantu kelompok petani untuk mendapatkan jaminan kepastian harga dan pendistribusian rempah, sehingga memangkas jalur pialang.

“Harga Rp 6000 naik jadi Rp 15.000 juga enggak papa  transparan saja, ini memotong jalur pialang atau bisa disebut calo,” ujarnya.

Dia berharap peserta pasar lelang tersebut bisa berkembang mengkuti perkembangan jaman dalam memasarkan hasil rempah.

“Produk rempah kita itu bisa ditawarkan lewat online market, bisa mudah mempertemukan penjual dan pembeli,” imbuhnya.

Kegiatan yang merupakan satu rangkaian acara Pekan Poros Maritim Berbasis Rempah itu, diikuti oleh petani kelompok tani maupun koperasi dari Jawa Tengah maupun luar Jateng yakni Jatim, Kalimantan, Sulawesi serta Bangkabelitung. (isan)

 

 

51

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan