Implementasi Smart Business Map untuk Penyandang Disabilitas

SEMARANG (asatu.id) – Dalam rangka mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki teman-teman Komunitas Sahabat Difabel, Harry Xiao mengadakan pendampingan karir dan bisnis dengan mengimplementasikan modul Smart Business Map, Rabu, (13/11)

Smart Business Map (SBM) adalah modul pembelajaran bisnis yang dikembangkan pada tahun 2012 oleh seorang ekonom, dan juga mentor Budi Satria Isman.

Dan modul ini dievaluasi kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan yaitu Pro Indonesia untuk membantu UKM yang tengah berjalan.

Pelatihan ini diikuti oleh delapan anggota Komunitas Sahabat Difabel yang terdiri dari pengrajin bambu, pengrajin bahan-bahan daur ulang, pelukis, pengrajin aksesoris, penulis dan marketing online.

“Hal pertama yang perlu kita ketahui ketika berbicara tentang bisnis adalah Market atau pasar. Siapa yang akan membutuhkan produk kita? Dan siapa yang akan membeli produk kita. Namun sayangnya pebisnis pemula hanya terpaku hanya soal ide dan melupakan tentang target pasar,” tutur Harry Xiao di SYNC, Depok 36 Semarang.

Para peserta begitu antusias ketika mendengar penjelasan dari Harry Xiao dan menceritakan impian mereka sesuai dengan bakat dan minat yang mereka miliki agar bisa mandiri secara finansial meski memiliki keterbatasan fisik.

Harry Xiao menambahkan, ada dua belas hal dasar yang harus kita pahami betul ketika akan membuka bisnis yaitu What is the problem? Who has the problem? What is the Solution? How big is the market? What Factors will impact the business? Why do people choose you? How do you cell your product? How do you keep your customer? How you can increase your business? How can you manage your cost? What is your core resources? How do you develop your team.

Harry Xiao berharap kedepannya kedelapan orang teman-teman difabel yang hadir dalam pelatihan ini bisa menjadi sebuah tim yang solid. Yang akan bisa mendukung usaha satu sama lain.

“Semoga tim kecil ini bisa menjadi sebuah model pemberdayaan usaha kecil yang berdampak secara sosial,” pungkas Harry Xiao.(Yeni Endah)

37

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan