Aliansi Buruh Kota Semarang Tolak PP 78/2015

SEMARANG (asatu. id) – Ratusan  buruh  yang tergabung dalam Aliansi Buruh Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (15/11).

Unjuk rasa yang dilakukan para buruh tersebut dimaksudkan untuk menolak PP nomor 78 Tahun 2015 yang dianggap tidak sesuai untuk menentukan upah buruh. Berbagai spanduk penolakan pun dibentangkan dan satu keranda diletakkan di depan gerbang Kantor Gubernur Jateng.

“Kami jelas menolak PP Nomor 78,” tegas Karmanto, koordinasi Aliansi Buruh Kota Semarang di sela-sela aksi buruh.

Menurutnya, PP 78/2015 tidak berdasar kebutuhan hidup layak (KHL) yang selama ini digunakan, tapi hanya berdasar inflasi dan pertumbuhan ekonomi saja. Padahal, lanjutnya, pada UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, upah ditentukan melalui survei untuk menentukan KHL.

“PP itu sudah bertentangan dengan UU Nomor 13 Tahun 2003. Dipaksakan jika dilakukan di 2018,” tandasnya.

Karmanto menjelaskan, buruh sudah melakukan survei di lima pasar tradisional di Kota Semarang. Survei juga dilakukan meliputi kebutuhan pangan, sandang, kebutuhan perumahan, kesehatan, pendidikan, transportasi, rekreasi, dan tabungan. Mereka pun menuntut upah Rp 2,7 juta, sedangkan UMK Kota Semarang 2017, yaitu Rp 2,1 juta.

“Hasilnya, kami menuntut kenaikan upah minimum kota Semarang 2018 sebesar Rp 2.754.865. Upah Rp 2,3 juta (hasil dari PP 78/2015) bukan mensejahterakan,” imbuh Karmanto.

Ia menjelaskan, aksi hari ini hanya sebuah awal. Rencananya hari Senin (20/11) mendatang buruh se Jawa Tengah akan menggelar aksi lebih besar di lokasi yang sama.

“Tanggal 20 November kami akan kepung dengan ratusan ribu buruh. Kami menekan supaya cabut PP 78,” tegas Karmanto.

Diinfokan bahwa hari ini akan ada demonstrasi atau unjuk rasa buruh di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Jumlah massa sekitar 800 orang.

“Laporan yang masuk ke Polrestabes sekitar 800 pendemo, kemungkinan bisa lebih,” lanjut AKPB Iga DP. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *