Gelar Ngaji Budaya dan Bedah Buku, Sujiwo Tejo Ajak Mahasiswa UIN Walisongo Bernyanyi

Semarang (asatuid) – Fakultas Ilmu Teknologi dan Komunikasi UIN Walisongo menggelar agenda Ngaji Budaya dan Bedah Buku “Tuhan Maha Asyik” bersama Sang Penulis, Sujiwo Tejo.

Acara yang diselenggarakan di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Semarang ini dipadati dan penuh dengan para peserta yang antusias mengikuti agenda.

Mengangkat tema “Menggiatkan Budaya Kearifan Lokal Sebagai Proses Pembentukan Pendidikan Karakter Bangsa”, budayawan nyentrik Sujiwo Tejo ini juga tampak didampingi oleh Ahli Tasawuf yang cukup dikenal yaitu Buya Nursamad Kamba.

Dr. Rahardjo M. Ed. St selaku Dekan Tarbiyah saat membuka acara dan memberikan sambutan seakan tak percaya mendapatkan respons positif dari dua pembicara yang dikenal memiliki kesibukan yang tinggi. Ditambah antusias mahasiswa yang hadir dalam agenda juga membuat atmosfer acara semakin riuh.

“Saya hampir tidak percaya bahwa mahasiswa bisa mengundang tokoh-tokoh yang mempunyai kesibukan yang sangat luar biasa, saya khawatir kalau beliau tidak bisa hadir, namun kekhawatiran itu terjawab dengan hadirnya beliau, dengan antusias peserta yang luar biasa”ujarnya saat membuka sambutan,Senin,( 13/11).

Lantunan ayat-ayat suci pun kemudian terdengar tanda acara yang terus berlanjut. Disambung dengan ajakan budayawan yang meminta para peserta yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Tak ketinggalan pula paduan suara dari salah satu unit kegiatan musik pun unjuk gigi untuk menghibur para peserta.

“Semua yang ada di dunia ini adalah musik. Kita berbicara, berjalan, dan melakukan sesuatu itu adalah sebuah musik yang tidak disadari”celetuk Sujiwo Tejo.

Peserta juga semakin larut saat mendengar Sujiwo Tejo menjelaskan makna buku Tuhan Maha Asyik. Diselingi diskusi dan tanya jawab, acara semakin hangat. Buya Nursamad Kamba yang juga mendampingi pun aktif mengemukakan pendapatnya.

Keduanya bahkan sepakat mengungkapkan bahwa Tuhan tidak bisa dipikirkan dan dikonsepsikan. Alih-alih, Tuhan harus ditemukan dan penemuan itulah yang membuat pengalaman itu menjadi sangat asyik.

Acara juga semakin meriah ketika Sujiwo Tejo tiba-tiba menyanyikan lagu Sugih Tanpo Bondho lalu mengajak para perserta untuk ikut bernyanyi bersama.

Di penghujung acara, lagu populer Titi Kolo Mongso pun tak ketinggalan jadi penampilan pamungkas. Terlebih, Sujiwo Tejo bernyanyi sambil melakukan teatrikal sehingga para peserta terhipnotis dengan gayanya. (Anin)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *