Praktek Kekuasaan Harus Berbudaya dan Berideologi Pancasila

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri hadir memimpin langsung rapat konsolidasi tiga pilar PDIP, di Kantor DPD PDIP Jateng Panti Marhen, Jalan Brigjen Katamso Karangtempel Kota Semarang (9/11).

Konsolidasi yang bersifat tertutup itu dihadiri pengurus partai di DPD, DPC, maupun DPRD, di mana sebanyak 29 ketua dan 9 wakil, serta 21 bupati dan wali kota di Jawa Tengah.

Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, ditemui awak media setelah rapat internal, mengatakan gelaran rapat yang disampaikan ketua umum tersebut membahas perihal pengorganisasian seluruh jajaran partai dalam mempromosikan kebudayaan nasional.

“Kita melihat di Jateng kami hadir sebagai kekuatan mesin partai yang ideologis yang memiliki kantor partai sebagai rumah rakyat,” tuturnya

Oleh karena itu, lanjut Hasto, Megawati menyampaikan praktek kekuasan yang dijalini oleh kader haruslah dalam praktek dalam bentuk berkebudayaan dan berideologi Pancasila.

“Jajran partai harus turun ke bawah menyatu dengan kekuatan rakyat, membangun wajah partai bukan hanya wajah kekuasaan, melainkan wajah yang memberdayakan rakyat,” ujarnya.

Hasto menambahkan dalam rapat yang juga menyinggung Pilkada 2018 tersebut, Megawati mengingatkan seluruh jajaran DPR RI , DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota dilarang melakukan korupsi.

“Ibu Mega menginstruksikan sekaligus mengingatkan betul, akan memberikan sanksi pemecatan jika kedepatan melakukan korupsi, di mana terkena tangkap tangan oleh KPK,” pungkasnya.

Konsolidasi yang dihadiri pula oleh Puan Maharani itu diwarnai kegiatan perlombaan citarasa kuliner nusantara yang disuguhkan oleh para anggota partai dari Jateng. (isan)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *