Puluhan Keris Pusaka Dipamerkan di Museum Ronggowarsito

SEMARANG (asatu.id) – Berbagai macam keris dipamerkan di Museum Ronggowarsito, Semarang, dalam pameran keris dan batik. Pameran tersebut digelar selama tiga hari, mulai Selasa (7/11) kemarin hingga Kamis esok.

Terlihat dalam pameran, banyak keris dan pusaka dipamerkan oleh puluhan kolektor dan penjual pusaka berasal dari berbagai daerah. Seperti Jawa, Bugis, Bali, Dayak, Madura dan lainnya.

Dey Caesar Edy, salah seorang peserta pameran dari Surabaya mengatakan, harga keris dan pusaka yang dipamerkannya memiliki harga yang variatif. “Yang paling mahal bisa sampai miliaran rupiah. Tapi yang saya pamerkan ini harganya mulai Rp 100.000 hingga yang paling mahal Rp 75 juta. Itu keris dari zaman Mataram,” ujarnya.

Ia menambahkan, di setiap adanya even pameran, dirinya bisa menjual keris 5-10 item dengan harga yang bervariatif. Tak hanya mengandalkan pameran dalam penjualan koleksinya, dirinya juga menggunakan media online untuk pemasarannya. Tak ayal, dengan sistem online, ia kerap menadapat pembeli dari luar negeri.

saya pernah menjual sampai Malaysia, Singapura dan Kanada melalui online. Kalau di sini kebanyakan yang beli para pejabat,” imbuhnya

Terkait usaha jual beli kerisnya tersebut, ia mengaku hal itu merupakan turunan dari orang tuanya.

Meski keris-keris yang ia pamerkan dibuat ratusan tahun yang lalu, namun tetap dalam kondisi baik, karena dirawat secara teratur.

“Untuk merawat keris, pokoknya jangan sampai ada karat, dengan dicuci atau dijamas,” tukasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *