Tahun Depan, Pemkot Semarang Rintis Program Sekolah Gratis

SEMARANG (asatu.id) – Program sekolah gratis bagi bagi siswa-siswi yang tidak mampu di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) swasta sedang dirintis Pemerintah Kota Semarang. Program sekolah gratis bagi SD dan SLTP yang ada di wilayah Kota Semarang akan dirintis dan dimulai pada 2018 mendatang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerangkan, program SD sampai SMP gratis ini merupakan salah satu realisasi program prioritas Pemkot Semarang dan program Pemerintah Pusat, yaitu mengutamakan program kesehatan dan pendidikan.

“Harapan kami, lewat anggaran yang akan diluncurkan ke sekolah-sekolah swasta, beberapa sekolah akan menggratiskan siswanya. Tapi mudah-mudahan tahun ini ada sekolah swasta yang bisa menggratiskan,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini, Selasa (7/11).

Hendi menjelaskan, setelah diluncurkannya program Universal Health Coverage beberapa hari lalu ditambah program sekolah gratis di 2018, pihaknya berharap seluruh masyarakat Kota Semarang selain terjamin kesehatannya, juga mempu mengenyam pendidikan secara gratis.

“Hari ini piye carane tidak ada anak di Kota Semarang yang tidak bisa sekolah, karena persoalan biaya bisa sekolah dengan gratis. jadi, semuanya sudah mulai dari Dinas Pendidikan dan Insya Allah dari tahun ke tahun akan kita sempurnakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin menambahkan dasar keinginan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ini sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pemindahan Kewenangan Penyelenggaraan Pendidikan Menengah dari Pemerintah Kabupaten/Kota ke Pemerintah Provinsi. Sehingga, anggaran yang sebelumnya diperuntukan bagi SMA dan SMK akan dialihkan ke sekolah SD dan SMP yang ada di bawah koordinasi Kota Semarang.

Bunyamin mengaku rencana ini akan digodok dengan tim anggaran Pemkot Semarang untuk direalisasikan di tahun 2018. Pihaknya berharap, tidak hanya berupa bantuan beasiswa yang diberikan saja kepada sekolah swasta, namun juga dana pendamping BOS untuk memperingan siswa yang sekolah di SD dan SLTP swasta.

“Tahun ini kita coba rancang. Ada beberapa sekolah swasta yang difull kan tapi seperti sekolah swasta yang sudah kuat tidak ada problem. Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang akan turun mendampingi bagi siswa-siswi yang swasta. Untuk memperkuat, selama ini kita baru untuk siswa miskinnya. Semua siswa miskin di backup lewat fasilitas beasiswa,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *