APBD 2018, Pemkot Semarang Ajukan Rp 4,8 Triliun

SEMARANG (asatu.id) – Anggaran sebesar Rp 4,8 triliun diajukan Pemerintah Kota Semarang pada anggaran belanja dan pendapatan daerah (APBD) 2018 mendatang. Infrastruktur masih menjadi aspek diprioritaskan Pemkot Semarang dalam anggaran (APBD) 2018.

“Di APBD 2018 ini ada beberapa fokus pada infrastruktur. Di antaranya Pasar Johar harus dituntaskan, jalan di Kota Semarang harus baik, kemudian pembuatan taman di 20 titik,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (7/11).

Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, menambahkan fokus lain pemkot ialah aspek pemberdayaan masyarakat. Yakni dengan melakukan sosialisasi pencegahan penyakit menular, seperti HIV/AIDS dan TBC.

“Aspek ini juga penting, karena ada ang perlu kita khawatirkan seperti peredaran HIV/AIDS yang cukup marak di Kota Semarang,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut Hendi, aspek pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga menjadi fokus. Yaitu pemkot mengajukan penambahan modal pada BPR Bank Pasar Kota Semarang sebagai penyalur kredit wibawa yang dimaksudkan sebagai penguatan UMKM.

Pemkot Semarang juga akan menaikkan anggaran bantuan partai politik (parpol) setelah melihat celah aturan dan ketentuan yang memungkinkan pada 2018. Walaupun kenaikan tersebut, disebutkannya, sepanjang anggaran daerah masih mampu.

“Meski besaran kenaikan tidak sebesar di pusat yang menaikan anggaran hingga 10 kali lipat. Kalau di Kota Semarang mungkin naik dua kali lipat sudah membantu parpol,” tukasnya.

Pengajuan rancangan APBD 2018 itu sendiri saat ini masih dalam proses pembahasan di DPRD Kota Semarang dan sudah beberapa kali diparipurnakan. Terakhir, sidang paripurna mengagenda pandangan fraksi di DPRD Kota Semarang, Senin (7/11). (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *