Pasar Karetan, Objek Wisata Alam Baru Bernuansa Lokal dan Instagramable

SEMARANG (asatu.id) – Sebuah destinasi wisata unik yang memadukan dua zaman yang berbeda, yakni generasi milenial dan generasi lokal yang penuh tradisi untuk saling berinteraksi muncul di Desa Segrumung, Meteseh, Boja, Semarang.

Selain menawarkan keunikan dua zaman tersebut, spot wisata yang bernama Pasar Karetan di Radja Pendapa tersebut juga menawarkan banyak titik berswa foto serta puluhan kuliner asli Indonesia yang mampu mengguncang lidah para pengunjung.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuty mengatakan, Pasar Karetan merupakan spot wisata yang komplit. Terdapat keindahan alam hutan karet yang mengelilingi spot, budaya etnik lokal dari masyarakat, dan konsep kekinian dengan menghadirkan lebih dari 1000 spot swa foto.

“Pasar Karetan Radja Pendapa ini ada hutan karetnya, kemudian terdapat budaya-budaya etniknya, dan tempat-tempat berswa foto. Di sini sangat komplit sebagai destinasi wisata,” ujarnya, Minggu (4/11).

Esthy menambahkan, Pasar Karetan akan menambah khasanah objek wisata di dua wilayah, Semarang dan Kendal karena keberadaannya yang memang di perbatasan Kendal dan Semarang, Jawa Tengah, dan tentunya Indonesia.

“Marketnya cocok untuk wisatawan nusantara, Asean, bahkan Asia. Contoh, orang Singgapura pasti bakalan terkagum melihat yang seperti ini, karena di sana cuman adanya gedung-gedung tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Kendal Mirna Annisa berharap, Pasar Karetan bisa menjadi objek wisata yang terus berkembang,  sehingga mampu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar dalam peningkatan perekonomiannya.

“Saya terkesima. Potensinya sungguh luar biasa. Saya berharap ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” harapnya.

Mirna meneruskan, infrastruktur merupakan hal yang harus diperhatikan dan menjadi hal penting nomor satu dalam pengembangan objek wisata tersebut.

“Pastinya infrastruktur penting dan nomor satu. Tentunya ini akan dikembangkan,” tuturnya.

Owner Radja Pendapa Don Kardono menambahkan  Pasar Karetan merupakan kolaborasi konsep yang ada di Generasi Pesona Indonesia (GenPI), untuk kemudian diimplementasikan secara offline.

Pasar Karetan, menurutnya, bisa disebut sebagai digital sociopreneurship. “Karena ini melibatkan masyarakat, jadi kita tinggal memberikan pendampingan saja terkait bagaimana menatanya, kemudian rasa kulinernya standartnya seperti apa,” katanya.

Adapun Pasar Karetan sendiri akan terus digelar di hari Minggu, mulai pukul 06.00 hingga 11.00. Bagi anda yang ingin mencicipi objek wisata alam yang dipadukan, konsep instagramable, sambil berwisata kuliner, Pasar Karetan bisa menjadi jujugan alternatif unggulan. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *