Kelola Terminal Peti Kemas dengan Baik

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi mengingatkan Pemerintah Kota Semarang agar melakukan pengelolaan yang baik terhadap Terminal Terboyo setelah dibangun menjadi Terminal Peti Kemas (TPK).

Supriyadi menerangkan, riwayat setelah pembangunan terminal biasanya tidak dibarengi pengelolaan yang baik. Ia mencontohkan, Terminal Mangkang Semarang yang hampir 10 tahun mangkrak.

Terkait pengelolaan, Terminal Terboyo harus memiliki kejelasan pengelolaan yang baik. Pihaknya tidak mempermasalahkan jika dalam pelaksanaan pengelolaan tersebut dikerjasamakan dengan pihak ketiga agar pendapatannya jelas.

“Dikerjasamakan dengan pihak ketiga malah tidak masalah. Pertanggungjawaban dan pendapatannya juga jelas. Jadi, tidak sertamerta dibiayai dengan anggaran besar dari rakyat tetapi tidak jelas fungsinya,” ujarnya, Minggu (5/11).

Sebelumnya, politisi yang biasa disapa Mas Pri ini menerangkan, dipindahnya pengelolaan Terminal Terboyo dari tipe A menjadi tipe C, bisa digunakan untuk pelayanan lainnya.

Rencananya, terminal tipe C tersebut akan diperuntukkan menjadi Terminal Peti Kemas yang akan dibangun di 2018 dengan anggaran dari APBD 2018 sebesar Rp 90 miliar.

“Dijadikannya Terboyo menjadi Terminal Peti Kemas harapannya tidak akan ada lagi truk-truk parkir di sepanjang jalan seperti kawasan Pengapon dan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang bikin semrawut,” pungkasnya. (is)

39

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan