Dewan Harap PAD Terminal Terboyo Dimaksimalkan

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi menegaskan dikembalikannya kewenangan pengelolaan Terminal Terboyo kepada Pemkot Semarang, peruntukannya bisa untuk pelayanan lainnya.

“Sesuai  rencana Terminal Terboyo Semarang akan diperuntukkan sebagai terminal peti kemas, pangkalan truk, dan terminal angkutan kota yang akan dianggarkan di APBD 2018 sebesar Rp 90 miliar,” ujar Priyadi, Minggu (4/11).

Seperti diketahui,  status Terminal Terboyo yang semula bertipe A ditingkatkan menjai tipe C, Dengan perubahan ity secara otomatis pengelola Terminal Terboyo kini menjadi kewenangan Pemkot Semarang.

Setelah dibangun dan peruntukkan Terminal Terboyo diubah menjadi terminal peti kemas, Supriyadi berharap tidak akan ada lagi truk-truk parkir di sepanjang jalan, seperti kawasan Pengapon dan sekitar Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

“Tentunya, itu bisa mengurangi kemacetan di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang selama ini dipadati truk trailer,” imbuhnya.

Di sisi lain, lanjutnya, pengelolaan Terminal Terboyo sebagai pangkalan truk juga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD), berupa retribusi bagi truk-truk trailer yang tidak punya pangkalan wajib parkir.

“Kan semua masuk pangkalan nantinya. Jadi, tidak ada alasan lagi pemilik truk-truk trailer memarkirkan armadanya di pinggir jalan. Selama ini kan terlihat semrawut,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *