‘Garuda di Dadaku’ dalam Pameran Sejuta Buku

SEMARANG (asatu.id) – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang kembali menggelar Pameran Sejuta Buku Semarang di tahun ini. Acara yang digelar untuk kedua kalinya di 2017 kali ini mengangkat tema “Garuda di Dadaku”.

Selain memberikan referensi banyak buku dengan harga terjangkau, pameran tersebut juga memberikan banyak informasi terkait Garuda Pancasila kepada masyarakat.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Bimbong Yogatama mengatakan, pameran yang digelar di Gedung Wanita, Jl Sriwijaya tersebut diikutsertai 300 lebih penerbit se-Indonesia. Menurutnya, partisipasi penerbit yang ikut dalam pameran ini dinilai sangat antusias.

“Penerbit sangat antusias. Ini karena kami sering mengadakan pameran buku. Pameran ini pun yang sudah ke-20 kalinya kami selenggarakan. Ini yang kedua di 2017, pertama kita acarakan saat HUT Kota Semarang lalu,” ujar Bimbong, Rabu (1/11).

Bimbong menerangkan, pameran buku murah tersebut diselenggarakan mulai tanggal 1-7 November 2017. Adapun, pameran buku dapat dikunjungi masyarakat mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB. Tak hanya itu, pengunjung akan langsung disodorkan stan khusus yang dipenuhi informasi terkait Garuda Pancasila saat memasuki lokasi pameran tersebut.

“Selain pameran buku, kita juga mengadakan lomba. Seperti lomba mewarnai gambar untuk SD-SMP, kemudian Lomba menari untuk SD-SMP juga, Lomba Band, dan Lomba baca puisi,” imbuhnya.

Pihaknya berharap dengan sering diadakannya pameran gebyar sejuta buku tersebut, akan menumbuhnkan minat baca masyarakat Kota Semarang. Selain itu, masyarakat juga bisa mendapatkan buku dengan harga yang terjangkau dari ratusan penerbit yang ikut berpartisipasi.

“Pastinya kita harapkan, selain masyarakat bisa mendapatkan buku murah dari 53 stan buku dari ratusan penerbit, juga akan menumbuhkembangkan minat baca masyarakat Semarang,” tukasnya.

“Untuk tahun depan pun, kami juga sudah mengagendakan pameran buku lagi. Kita akan angkat tema “Semarang Surga yang Hilang”. Kita akan bekerjasama dengan para Budayawan Semarang,” tukasnya.

72

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan