Jalur Khusus BRT Jangan Cuma Wacana Saja

SEMARANG (asatu.id) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, bahwa wacana penetapan jalur khusus Bus Rapid Transit (BRT) membutuhkan kajian mendalam dalam realisasinya.

“Jadi jangan cuman wacana saja. Tapi juga harus teralisasikan. Misal penerapan di 2019, maka 2018 bisa digunakan untuk pengkajian,” ujarnya, Selasa (31/10).

Menurutnya, pemberlakukan khusus kepada BRT memang harus dilakukan untuk menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat agar lebih menggunakan angkutan massal tersebut daripada menggunakan kendaraan pribadi.

“Kesadaran masyarakat itu bisa terwujud ketika BRT ini semakin aman, nyaman, dan tepat waktu untuk kedatangan dan saat sampai tujuan, tidak kena macet. Lha dengan adanya jalur khusus itu diharapkan muncul kesadaran masyarakat,” imbuhnya.

Supriyadi menambahkan, kemacetan memang sering terjadi di beberapa titik jalan di Semarang, hal tersebut mengingat, Semarang sudah menuju kota Metropolitan. Untuk itu, penambahan Koridor BRT sangat mendesak dilakukan.

“Tentunya butuh penambahan lagi. Koridor 7 di April besok di launching. Untuk koridor 8 dan 9 harus segera dipersiapkan. Intinya kami terkait program masalisasi ini mendukung sepenuhnya,” ucapnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *