KPU Gelar Jalan Sehat Sadar Pemilu

SEMARANG (asatu.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menggelar kegiatan jalan sehat sadar pemilihan umum (Pemilu), Minggu (29/10). Dengan tagline “Becik Tur Nyenengke” diharapkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu, dalam hal ini Pilgub 2018, di Kota Semarang dapat meningkat dari tahun sebelumnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, forum atau kegiatan sosialisasi terkait pemilu seperti itu harus sering dilakukan agar masyarakat sadar dan paham untuk kemudian mampu mengikuti pemilihan umum.

“Kalau kita lihat Pilgub 2008, Pilgub 2013 , memang secara nominal atau jumlah pemilih dari Kota Semarang meningkat. Namun dari prosentase justru menurun. Tadinya di 2008 sekitar 61, di 2013 menjadi 60. Nah ini harus terus digaungkan pentingnya partisipasi dalam pemilu,” ujar Wali kota yang akrab disapa Hendi ini seusai Jaln Sehat Sadar Pemilu “Becik Tur Nyenengke” di Balaikota.

Dia meminta semua kontestan dalam pemilihan Gubernur 2018 agar ikut menggerakkan elemen masyarakat, khususnya di Kota Semarang, sehingga mereka memahami pentingnya mengikuti dan menyumbangkan hak suaranya untuk menentukan dan memilih pemimpin lima tahun ke depan.

“Target partisipasi dari KPU ini kan 75 persen, jadi harus semakin sering digaungkan di masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat. Kalau sudah begitu, Insyaallah targetnya akan terpenuhi,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang Henry Wahyono mengatakan, kegiatan jalan sehat tersebut diadakan serentak oleh KPU pusat di 177  kabupaten/kota, dengan tujuan mengajak masyarakat supaya sadar pemilu, karena tahapan pemilu sudah dimulai.

“Kita juga berharap masyarakat akan nyengkuyung dengan sepenuh hati dengan semampu tenaga sebagai penyelenggara, peserta maupun pemilih saat pencoblosan 27 Juni 2018,” ucapnya. (is)

 

 

39

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan