2021, Pemkot Targetkan Semarang Bebas Kumuh

SEMARANG (Asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang memastikan, tahun 2021 mendatang Kota Semarang sudah bebas dari kampung kumuh. Tidak hanya kampung yang terletak di pinggiran Kota Semarang, namun kampung yang terletak di tengah kota pun harus lepas dari kesan kumuh.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Muthohar mengatakan prioritas untuk mengubah kampung kumuh menjadi kampung yang sehat dan indah, tidak terfokus pada perkampungan di pinggir pantai atau pantura saja. Namun, lanjut dia, kampung kumuh lainnya juga mendapat perhatian untuk penanganan, agar menjadi kampung yang sehat dan indah, jauh dari kotor.

“Kami berharap melalui program penanganan kawasan permukiman kumuh di perkotaan atau NUSP (Neighborhood Upgrading and Shelter Project) bisa mengurangi 234 hektar dari total 415,83 hektar luas kawasan kumuh, yang tersebar di 15 Kecamatan dan 17 kelurahan,” ujarnya usai acara serah terima Pekerjaan  NUSP, di Kelurahan Tanjungmas Semarang Utara, Minggu (29/10).

Ia menerangkan NUSP merupakan program nasional untuk yang dilakukan melalui kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, serta penguatan kapasitas kelembagaan daerah untuk menjamin terlaksananya pembangunan kawasan permukiman di perkotaan yang mandiri dan berkelanjutan.

“Tiap kelurahan mendapat kucuran dana Rp 1 miliar untuk pembangunan lingkungan sehat. Saat ini sudah ada 15 kecamatan dari 16 jumlah kecamatan di Kota Semarang, dari 17 kelurahan yang sudah melakukan pembangunan infrastruktur pembangunan jalan kampung, sanitasi dan saluran,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Badan Keswadayaaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara, Bambang Sutrisno mengatakan, sebagian besar program penanganan kawasan permukiman kumuh masih fokus pada kegiatan perbaikan saluran dan peninggian jalan.

“Untuk tahap pertama sudah dilakukan tahun 2016 lalu dan untuk tahun tahun 2017 ini, pembangunan jalan kampung atau pavingisasi, pembangunan saluran dan sanitasi air bersih baru saja selesai. Kami berharap tahun depan program pembangunan lingkungan di perkampungan terus ditindaklanjuti, sehingga Kota Semarang benar-benar menjadi kota yang bebas dari perkampungan kumuh,” tukasnya. (is)

 

 

 

67

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan