Pendampingan Beras Analog Dilakukan di 4 Kecamatan

SEMARANG (asatu.id) – Pemerintah Kota Semarang akan melakukan pendampingan kepada petani singkong melalui Dinas Ketahanan Pangan. Hal tersebut menyusul rencana inovasi produksi beras dari bahan dasar Singkong atau disebut beras analog.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan pendampingan tersebut akan diberikan dengan memberikan pelatihan mulai dari mengolah singkong menjadi tepung hingga beras.

“Kami sudah membentuk Kelompok Distribusi Pangan Masyarakat yang akan kita latih mengolah singkong secara bertahap, pertama diolah menjadi tepung dulu, baru kemudian menjadi beras,” ujar Sapto, Jumat (27/10).

Ia menambahkan, nantinya pendampingan akan difokuskan pada empat kecamatan di Semarang, yakni Kecamatan Mijen, Gunungpati, Tugu, dan Ngaliyan.

“Mulai hari ini sudah kita perkenalkan kepada masyarakat, sehingga nantinya begitu produksinya sudah banyak, permintaan masyarakat juga bisa tinggi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi terus berkomitmen untuk menjaga 52% luas wilayah Kota Semarang tetap sebagai lahan hijau.

Untuk mendorong produktivitas lahan hijau tersebut, berbagi inovasi dilakukan oleh Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi itu. Mulai dari mengembangkan lahan hijau sebagai wisata alam, hingga mendorong hasil pertanian untuk dapat terus berinovasi, dan salah satunya beras analog yang berbahan dasar singkong. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *