Wiranto Imbau Masyarakat Hormati Pengesahan Perppu Ormas

SEMARANG (asatu.id) – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, (Menko Polhukam) Wiranto mengimbau semua elemen masyarakat harus menghormati dan patuh terhadap disahkannya Peraturan Presiden Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Organisasi Massa menjadi Undang-Undang (UU) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Kita bersyukur telah disahkan, ketika UU sudah disahkan atau sudah dipilih semua harus bisa loyal kepada keputusan. Itu budaya demokrasi,” kata Wiranto usai mengisi kuliah umum di Kampus Universitas Diponegoro, Rabu, (25/10).

Terkait masih adanya penolakan dari elit DPR dan beberapa kelompok massa, Wiranto menyatakan sesuatu hal yang wajar karena Indonesia adalah negara demokrasi

“Ketika UU sudah disahkan atau sudah dipilih semua harus loyal kepada keputusan, keputusan ini disahkan sebagai bentuk hadirnya negara dalam mempertahankan ideologi Pancasila,” ujarnya.

Menurutnya UU tentang Ormas diyakini memberi kekuatan hukum yang tegas bagi pemerintah membubarkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila. Organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Untuk simpatisan yang bertentangan dengan ideologi Pancasila silahkan mencari organisasi lain, kalau bubar bukan berarti tidak boleh berormas, boleh saja. Ormas lain banyak yang masih hidup, banyak yang memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, memperjuangkan HAM, intinya menyatukan Indonesia dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika,” terang Wiranto.

Seperti diketahui, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No.2 Tahun 2017 tentang Ormas akhirnya disahkan oleh DPR sebagai Undang-Undang melalui Rapat Paripurna DPR pada Selasa, 24 Oktober 2017.

Fraksi PPP, PDI-P, Golkar, Hanura, PKB, Nasdem, dan Demokrat, menerima Perppu Ormas disahkan sebagai Undang-Undang

Sementara fraksi PPP, PKB, dan Demokrat menerima Perppu tersebut dengan catatan bisa direvisi. Sedangkan, PKS, PAN, dan Gerindra menolak Perppu Ormas karena menghapus proses pengadilan dalam mekanisme pembubaran ormas. (isan)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *