Pemprov Jateng Jajaki Pengembangan Pemanfaatan Energi Panas Bumi

Petani memanen sayuran di sekitar area sumur energi panas bumi (geothermal) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Karang Tengah, Batur, Banjarnegara, Jateng, Jumat (31/6). PT Pertamina (Persero) bertekad menggelontorkan investasi sekitar US$2,5 miliar hingga 2019 untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan target kapasitas terpasang 907 megawatt (MW). ANTARA FOTO/Anis Efizudin/ss/pd/15

SEMARANG (asatu.id) – Pemprov Jateng sedang menjajaki pengembangan pemanfaatan panas bumi untuk pembangkit listrik. Pemanfaatan panas bumi ini sudah dilakukan warga di kawasan Dataran Tinggi Dieng.

“Kami masih mendiskusikan panas bumi ini apakah bisa diadopsi. Setidaknya apa yang terjadi di Banyumas dan Karanganyar masih belum bisa diterima masyarakat,” ujar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Semarang, Rabu (25/10).

Menurut gubernur, pemprov Jateng terus mendorong pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat, sekaligus mewujudkan kedaulatan energi.

Salah satunya, lanjut dia, mendorong penggunaan energi hijau dengan memanfaatkan beragam energi yang sudah ada, yakni sampah. Selain itu, mendorong kemungkinan angin bisa mempunyai kekuatan untuk energi alternatif terbarukan di samping sumber daya alam lainnya.

Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Pengembangan Energi Tegoeh Winarno Haroeno menambahkan, saat ini ada banyak potensi energi baru dan terbarukan di Provinsi Jateng yang belum dioptimalkan, baik itu yang bersumber dari energi matahari, air, angin, maupun sampah.

“Energi matahari bisa diolah lewat `solar cell` (tenaga surya), air dan angin diolah melalui turbin atau kincir, sedangkan sampah, bisa jadi biogas,” katanya.

Soal regulasi, sudah ada Surat Keputusan Gubernur Jateng Nomor 540/33 Tahun 2017 tentang Pembentukan Tim Percepatan/Peningkatan Proporsi Energi Baru dan Terbarukan dan Surat Keputusan Sekda Jateng Nomor 540/0009555 tentang Kelompok Kerja Sosialisasi Inovasi Akselerasi Peningkatan Proporsi Energi Baru dan Terbarukan.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *