HIPMI Diharap Bisa Menghadapi Era Digital

SEMARANG (asatu.id) – Kemajuan teknologi informasi memaksa masyarakat untuk beralih dari perilaku yang konvensional ke perilaku digital. Tidak terkecuali di bidang ekonomi yang juga menuntut orang untuk bermigrasi dari yang sifatnya konvensional ke era digital.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memberi sambutan dalam acara Pelantikan Pengurus BPD Hipmi Jateng Periode 2017-2020 di Gedung Gradhika Bakti Praja, Selasa (24/10) mengatakan era digitalisasi jadi tantangan yang harus dihadapi dan tidak bisa dihindari.

Oleh karenanya, para anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah diharapkan bisa membantu pemerintah bersama-sama menghadapi tantangan digitalisasi tersebut.

“Kita sudah masuk di era digital ekonomi. Itu sebuah sunatullah, it’s a must, kita tidak boleh lari dari sana. Jawa tengah lagi kita coba dorong dan Hipmi menjadi penting buat saya karena muda dan orang-orang mandiri yang bisa menyelesaikan persoalan dari komunitasnya atau kelompoknya,” katanya.

Menurutnya dengan program Hipmi PT-nya, akan dapat menciptakan entrepreneur-entrepreneur muda dari mahasiswa yang dibekali pengetahuan dan keterampilan berbisnis, sehingga setelah lulus nanti mereka akan siap untuk berwirausaha secara mandiri.

Terlebih anak-anak muda mempunyai keunggulan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk membantu memperluas usaha bisnisnya.

“Kalau Hipmi bisa mendampingi ini betapa senangnya saya. Kalau kemudian bisa menciptakan entrepreneur-entrepreneur muda dan Indonesia memang kurang sekali entrepreneur muda,” ujarnya.

Hipmi juga diharapkan dapat memberdayakan masyarakat yang tidak mampu agar mereka bisa kembali memulai usaha. Sehingga mereka akan menjadi pelaku UMKM yang memiliki keterampilan menjual dan merawat kualitas produknya.

Sementara tugas pemerintah adalah menyiapkan bantuan permodalan dengan suku bunga rendah dan memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan UMKM agar dapat naik kelas.

31

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan