Mubin Malaysia dan Kadin Kota Semarang Teken MoU Kerja Sama Bisnis

SEMARANG (asatu.id) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang bersama Muslim Business Networking Asosiasi (Mubin) Malaysia jalin kerjasama bidang sharing business to business

Kesepakatan kerjasama tersebut terjalin ketika perwakilan Kadin Kota Semarang mempersentasikan hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Semarang kepada 30 Pengusaha dari Malaysia yang tergabung dalam Mubin.

Pasalnya Kerja sama Forum Bisnis tersebut langsung di tanda tangani oleh Presiden MUBIN IR. SAHAK YASIN dengan Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung A, di Cyberjaya Kuala Lumpur Malaysia, Rabu (18/10).

Zhakiah Joban Wakil Ketua Kadin Kota Semarang Bidang Ekonomi Syariah, mengatakan, kesepakatan kerjasama antara dua belah pihak dalam bentuk share akses informasi antar sesama pengusaha.

“Ini sebagai pintu gerbang utama dalam membuka peluang bisnis yang lebih besar,” ujar Zhakiah sapaan akrabnya, Senin (24/10).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, terjalinnya kerjasama ini nantinya Kadin Kota Semarang akan membuka program Kadin Bisnis Support Desk dimana mengawal UMKM yang terkendala akan standart mutu produk di pasaran sehingga mereka dapat mengembangkan bisnisnya dengan maksimal.

“Ketika kami mempresentasikan sampel UMKM dari Indonesia di Malaysia ternyata mereka tertarik meskipun produk tersebut masih dalam kelas menengah, belum memiliki standart mutu kualitas pangan, nah itulah peluang besar bagi Kadin untuk coba kawal,” ujarnya.

Peluang itu, lanjut Zhakiah, tidak lain karena pihak pengusaha Malaysia sangat responsif dalam melihat olahan sempel UMKM yang diperkenalkan.

“Mereka melihat Indonesia memiliki kelebihan dalam ragam racikan makan produk panganan, Indonesia begitu inovatif sehingga Malaysia tertarik untuk membeli, terlebih harga yang ditawarkan murah,” tuturnya.

Sementara itu Naneth Eko Priyono Wakit Ketua Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi, menambahkan tantangan Kadin Kota Semarang kedepan dalam mengawal UMKM kecil untuk berkembang ke pasar global adalah bagaimana menjaga kualitas mutu dari makanannya.

“Kalo jenis makan kita menang jauh bervariasi, tetapi soal kemasan mereka lebih representatif karena ditunjang dengan menggunakan bahasa pengantar, bahasa inggris juga mereka menjaga kualitas mutu pangan dan ini menjadi PR kami,” tuturnya.

Pihaknya berharap kerjasama tersebut sebagai pintu gerbang utama dalam membuka peluang bisnis yang lebih besar.

“Harapannya pengusaha yang ada dalam Kadin Kota Semarang dan Mubin Malaysia bisa membentuk perkembangan bisnis secara langsung terlebih memajukan UMKM lokal,” pungkasnya.(Ihsan)

61

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan