Komisi D DPRD Jateng Soroti Erosi Pantura

SEMARANG (asatu.id)  – Masalah erosi pantai mendapat sorotan DPRD Jateng. Masalahnya, luasan garis pantai di wilayah Pantai Laut Utara (Pantura) yang terkikis oleh air laut terus bertambah setiap tahun.

Masalah serius yang wajib mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah ini terkuak saat Komisi D DPRD Jateng meninjau proyek pengamanan pantai di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Senin (23/10).

“Erosi pantai harus mendapat perhatian pemda,  karena pada daerah pantai telah banyak dibangun fasilitas-fasilitas untuk kepentingan manusia, seperti sarana transportasi, daerah industri, permukiman penduduk dan lain sebagainya,” ungkap anggota Komisi D Iskandar Zulkarnain.

Menurut dia, perbaikan dan pembangunan prasarana dan sarana pengendalian banjir dan pengamanan pantai sangat perlu, mengingat daerah pantai di Indonesia ini sangatlah luas.

“Mulai hari ini dan seterusnya kami (Komisi D) akan terus melakukan pantauan pekerjaan ini, agar selesai tepat waktu,” ujar Ketua Fraksi Partai Gerindra itu.

Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air, dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng Kunarto mengatakan, pengerjaan proyek pengamanan bibir pantai baru dimulai awal Juni 2017. Sampai sekarang pelaksanaan proyek telah sesuai jadwal dan diharapkan bisa selesai 180 hari kalender.

“Pengerjaan pile cap (beton- K225) ini menggunakan pagu sebesar Rp 3 miliar dan dijadwalkan selesai sampai awal Desember mendatang. Kami siap mendampingi Komisi D sampai selesai pengerjaan ini. Apabila molor pasti akan kami tegur,” paparnya.

Pekerjaan penahanan gelombang sepanjang 150 meter ini berada di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan dengan nilai kontrak  sebesar Rp 2,7 miliar dengan penyedia jasa dari PT Parto Adhi Nugroho.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *