ICISPE FISIP Undip Angkat Kesetaraan Lintas Lini

SEMARANG (Asatu.id) – Sembilan pembicara berlatar belakang peneliti dan duta besar Internasional memaparkan gagasan tentang fenomena sosial politik dan hubungan internasional kepada ratusan audiensi dalam acara bertajuk International Conference on Indonesian Social and Political Enquiries (ICISPE) yang digelar di Hotel Santika Semarang (23/10).

Konferensi internasional yang bertajuk “Eradicating Inequalities” itu membahas pentingnya mengembangkan kesetaraan dalam berbagi lini seperti ekonomi kesehatan hak asasi  manusia pendidikan dan anak.

Salah satunya Prof Rozasman Hussin PhD dari Unit For Ethnography Reseasrch and Development, University Malaysia Sabah mengangkat kesetaran ekonomi untuk komunitas miskin serta disusul pembicara lain dengan mengakat tema di antaranya ras maupun diskriminasi

Sementara ditemui terpisah Perwakikan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) yang diwakili, Direktur Jendral Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI), Sugeng Priyanto mengatakan jangan ada lagi diskriminasi gender di berbagai lin, khususnya pada sektor lapangan kerja.

“Kita ingin ada perlakuan yang sama baik laki – laki dan perempuan terkait upah dan jabatan,” ujarnya

Menurutnya masih ada fakta perempuan yang digaji lebih kecil dari laki – laki. “Ada faktor sosiologis maupun budaya yang terkait gender itu sehingga peran  perempuan dalam lapangan kerja berkerja belum otimal dan ini kami upayakan kurangi pemahan seperti itu,” ujarnya.

Konferensi itu menghadirkan pembicara kunci, yakni Leonard C Sebastian dari Indonesia Programme S. Rajaratnam School of International Studies dan Nanyang Technological University, serta anggota MPR,

Selain itu pembicara lainnya seperti Duta Besar Hungaria, Judit Pach, Direktor Pusat Diplomasi Publik Kedutaan Jepan, Ryo Nakamura,  ilmuwan dari Ohio University Amerika Serikat, Gene Ammarel, Taufik Kurniawan dari Vice People,s Representative Council Republic Indonesia, Ian Chamers School Of Social Science University of Western, Australia, Azriana Head of National Commissions on Violence Against Women, Alexander Raymond Arfianto Indonesia Programme the S.Rajaratnam School of International Studies (RSIS) dan lainnya. (isan)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *