Ribuan Santri Serukan Cinta Tanah Air dan Kejayaan Pancasila

SEMARANG (asatu.id) – Puluhan ribu santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang menyerukan cinta tanah air dan kejayaan Pancasila. Seruan itu dilontarkan saat mereka memperingati Hari Santri Nasional (HSN), di Lapangan, Simpang Lima Semarang, Minggu (22/10).

Ketua Tanfidziyah PCNU, KH Anasom mengatakan, negeri ini sudah besar dan damai. Untuk itu, kedamaian yang selama ini tercipta harus terus dijaga secara bersama-sama agar jangan sampai hancur.

Ia menerangkan, HSN diawali dengan tahlil bersama di Taman Pahlawan Giri Tunggal dilanjutkan kirab santri menuju Lapangan Simpanglima. Kegiatan ini melibatkan pondok pesantren, sekolah, kampus, santri, tokoh lintas agama dan masyarakat umum.

“Tahlil kebangsaan dipimpin Habib Umar Muthohar dan dihadiri juga oleh seluruh ulama, umaro dan masyarakat Semarang. Kita berdoa bersama untuk kemakmuran bangsa Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Semarang dengan tetap hidup damai dan rukun,” ujarnya.

Terlihat, para peserta juga mengawal 99 bendera merah putih sebagai lambang kebulatan tekad menjaga keutuhan NKRI dari rongrongan desintegrasai bangsa. Beberapa peserta juga membawa berbagai atribut dan bendera berlambang Nahdlatul Ulama. Aksi ini diramaikan bahkan marching band dan grup rebana.

Malam sebelum kirab, Sabtu, (21/10)  kegiatan juga diadakan di Lapangan Simpanglima, Semarang. Acara shalawat bersama itu pun dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim.

Pada kesempatan itu, Lukman mewacanakan pondok pesantren bisa setara dengan perguruan tinggi. “Belajar di pondok pun nantinya menjadi tempat pendidikan yang setara dengan lembaga perguruan tinggi dan sekolah umum lainnya,” imbuhnya.

Dalam acara terbut, pihaknya menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 2.065 santri se-Jawa Tengah. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *