Hendi Minta Kontraktor Koordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian

SEMARANG (asatu.id) – Untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari, kontraktor pembangunan Pasar Johar baru tahap pertama, yakni PT Sinar Cerah Sempurna (SCS), diminta berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri dan Polrestabes Semarang.

Wali Kota Semarsng, Hendrar Prihadi mengatakan pendampingan sangat diperlukan agar niat baik pemerintah, kontraktor, dan masyarakat, serta pedagang yang mendukung pembangunan bisa menghasilkan pasar yang nyaman dan berkualitas, dan ke depannya juga tidak ada persoalan hukum.

“Kami sudah sampaikan agar kontraktor bisa koordinasi dengan Kejari dan Polrestabes Semarang, yaitu bagaimana membangun yang berkualitas, tanpa menyalahi prosedur hukum. Apalagi, waktu pembangunan sangat mepet,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini, Jumat (20/10).

Menurut Hendi,  anggaran pembangunan Pasar Johar baru seluruhnya mencapai Rp 720 miliar. Jumlah ini sangat besar, bahkan lebih besar dari anggaran Dinas Pekerjaan Umum yang mengerjakan pembangunan jalan di seluruh wilayah Kota Semarang.

“Tapi kita ingin kembali mewujudkan Pasar Johar sebagai pasar yang terbesar di Asia Tenggara dan menjadi ikon Kota Semarang. Jadi saya rasa nilainya tidak hanya ekonomis saja, tapi juga dari sisi tourisme atau sektor pariwisata juga bisa meningkat di Kota Semarang,” tukasnya. (is)

 

21

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan