Ini Gejala Hipoksia, Penyebab Meninggalnya Choirul Huda

hipoksia

hipoksia

SEMARANG (asatu.id) Beberapa hari lalu, publik digegerkan oleh pemberitaan mengenai meninggalnya pesepakbola Choirul Huda, kipper dan kapten dari klub Persela akibat hipoksia.

Peristiwa ini membuat masyarakat pun menjadi gencar untuk mencari informasi mengenai penyebab hipoksia. Pasalnya, terkena hipoksia berat dapat mengakibatkan penderita mengalami koma, berhenti bernapas hingga menyebakan kematian.

Lalu apa itu hipoksia dan apa penyebabnya serta berbagai macam gejala yang bisa timbul saat mengalami hipoksia. Berikut semua informasi yang telah dihimpun oleh asatu.id

Hipoksis adalah kondisi kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Hipoksia bisa merupakan kondisi lanjutan dari hipoksemia, yaitu rendahnya pasokan oksigen pada pembuluh pembuluh arteri.

Kondisi ini disebut sangat berbahaya karena organ seperti otak dan hati bisa rusak dengan cepat karena kekurangan oksigen. Kebanyakan kasus ini terjadi pada bayi prematur yang paru-parunya belum berkembang secara sempurna.

Sementara diketahui bahwa penyebab hipoksia adalah sebuah serangan asma yang parah. Serangan ini mempersempit saluran udara sehingga membuat udara tak bisa masuk ke dalam paru-paru.

Lalu bagaimana gejala yang bisa ditimbulkan saat terkena hipoksia?Gejala hipoksia umumnya terjadi seperti napas pendek, kebingungan, berkeringat, kulit berubah warna, menjadi biru atau merah keunguan, sesak napas, berhalusinasi, batuk-batuk, kelelahan, detak jantung cepat dan napas berbunyi. Sehingga begitu Anda mendapatkan berbagai gejala ini segera langsung mencari pertolongan dan mendatangi rumah sakit terdekat.

Anda juga harus berhati-hati karena hipoksia ringan juga menimbulkan gejala seperti kehilangan ingatan jangka pendek dan kerap kesulitan menggerakan tubuh serta susah untuk fokus.

Untuk mencegah terkena hipoksia maka usahakan untuk melakukan gaya hidup sehat. Berhenti merokok juga bisa membantu untuk mengurangi terkena serangan hipoksia Tubuh juga harus terhidrasi dengan baik sehingga banyaklah mengonsumsi air putih. Pasalnya, air juga mengandung oksigen sehingga bisa meningkatkan kadar oksigen dalam darah Anda.

Selain itu Anda juga bisa mencega hipoksia dengan memperbanyak asupan zat besi. Salah satunya sayuran bayam yang berfungsi menurunkan tingkat haemoglobin yakni pembawa oksigen dalam darah. (Anin)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *