Walikota Tripoli Datangi Semarang, Ingin Contoh Pengelolaan Sampah Jatibarang

SEMARANG (asatu,id) – Pemkot Semarang menerima rombongan dari negara Libanon yang dipimpin oleh Mr Ahmed Kamareddine sebagai Walikota Tripoli. Dalam pertemuan tersebut, Pemkot Semarang dan Pemerintah Tripoli bersama-sama melakukan penandatanganan letter of interest sebagai sister city.

Walikota Tripoli Mr Ahmed Kamareddine mengaku tertarik dengan sistem pengelolaan limbah yang dilakukan Kota Semarang, sehingga ia berkeinginan mengadopsi pengelolaan limbah di Semarang.

“Saat ini di Kota Tripoli sampah menjadi persoalan besar dan memerlukan fokus penanganan,” ujarnya, Senin (16/10).

Dia membeberkan, semula Kota Tripoli melakukan upaya daur ulang sampah sebanyak 350 ton per hari. Namun karena banyak datangnya pengungsi dari Suriah, kini jumlah daur ulang sampah meningkat secara signifikan menjadi 450-500 ton per hari.

Untuk itu, pihaknya berupaya mempelajari dan mengadopsi dalam pengelolaan limbah sampah di TPA Jatibarang. Selain itu kedatangannya ke Semarang juga bertujuan untuk menjalin kerja sama di bidang pariwisata.

Miftahuddin Ahimy Staf Bidang fungsi Politik Kedutaan Indonesia untuk Beirut mengatakan, Semarang dan Tripoli memiliki kesamaan, khususnya dalam peninggalan sejarah Islam. Di mana Tripoli merupakan kota kedua setelah Mesir  yang memiliki banyak sejarah Islam.

“K ami tawarkan para jamaah haji atau umroh untuk berkunjung ke Tripoli atau Libanon sebagai alternatif. Biasanya penawaran paket wisata hanya ke Turki atau Mesir. Untuk itu kami mengundang Bapak Walikota Semarang ke kota kami,” ucapnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kedatangan rombongan dari Kota Tripoli tersebut. Terkait upaya yang dilakukan Walikota Tripoli tentang pengelolaan sampah pihaknya menerima dengan tangan terbuka.

“Jika besok Bapak Walikota akan mengunjungi TPA Jatibarang bisa memakai pakaian yang nyaman, karena cuaca di Semarang akhir-akhir ini tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Sementara terkait penandatanganan letter of interest antara kedua kota sebagai sister city, ke depan pihaknya meminta Kepala Dinas Pariwisata dan sejumlah Kepala OPD terkait untuk melakukan penjajakan terkait seluruh bidang untuk kemudian dilakukan MoU terhadap bidang-bidang tertentu yang menguntungkan kedua belah pihak. (is)

 

 

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *