Hendi: Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Jangan Hanya Seremonial

SEMARANG (asatu.id) – Semangat para pahlawan Kota Semarang yang berjuang dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang diharapkan selalu ada dalam benak setiap warga Kota Semarang di era kemerdekaan saat ini. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai upacara peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang, Sabtu malam, (14/10).

“Di era kemerdekaan ini, peringatan seperti ini jangan dijadikan seremonial saja. Tapi, semangat para pahlawan yang luar biasa saat bertempur melawan Jepang dengan senjata seadanya, harus selalu ada dibenak seluruh warga Kota Semarang untuk bersama-sama membangun Semarang,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini.

Selain itu, lanjut Hendi, semangat untuk terus melakukan sinergitas juga diharapkan selalu ada agar terwujudnya Kota Semarang yang lebih baik dan hebat lagi. Hendi menambahkan, pentingnya partisipasi masyarakat dalam ikut berkontribusi memberikan yang terbaik untuk Kota Semrang.

“Jadi untuk partisipasi sederhana saja, bisa melakukan pelaporan di LAPOR HENDI jika di daerahnya ada jalan atau saluran yang rusak. atau di tempat sekitar mereka ada potensi kerusuhan atau menyumbang tenaga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dengan kerja bakti. Nah inilah yang disebut partisipasi masyarakat,” imbuhnya.

Dalam acara peringatan sendiri, sebanyak 197 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Semarang memerankan Opera Pertempuran Lima Hari di Semarang dalam rangka memperingati pertempuran melawan Jepang untuk mempertahankan kemerdekaan tahun 1945 lalu tersebut.

Adapun Pertempuran Lima Hari adalah pertempuran rakyat Semarang melawan tentara Jepang yang terjadi pada tanggal 15–19 Oktober 1945. Dua penyebab utama pertempuran ini adalah karena larinya tentara Jepang dan tewasnya dr Kariadi. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *