Sensasi Ngopi Mlosok di Dusun Kopi Sirap, Ngangeni!

Imam Wahyudi (kanan) bersama rekan-rekan dari Katasi mengelola kafe Wandhe di Dusun Kopi Sirap

Imam Wahyudi (kanan) bersama rekan-rekan dari Katasi mengelola kafe Wandhe di Dusun Kopi Sirap

SEMARANG (asatu.id) – Akhir pekan tiba saatnya memanfaatkan waktu untuk berlibur bersama keluarga. Wisata budaya dan edukasi kopi bernama Dusun Kopi Sirap ini patut didatangi. Berjarak 40km dari pusat kota Semarang menawarkan pengalaman berlibur yang berbeda. Terletak di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Dusun Kopi Sirap membawa Anda larut dalam sensasi bersantai dan relaksasi.

Terlebih para pencinta kopi yang akan dimanjakan dengan nikmatnya biji kopi pilihan yang diseduh oleh para barista dalam kafe Wandhe. Imam Wahyudi salah pengelola kafe saat ditemui asatu.id menjelaskan kepanjangan dari nama kafe. “Wandhe itu maksudnya warung ndeso,”jawabnya singkat.

Soal menu Imam juga menjelaskan bahwa tak hanya kopi saja yang ditawarkan tetapi berbagai menu seperti minuman tradisional wedangan sampai minuman kekinian pun lengkap. “Kopi istimewa yang ditawarkan disini namanya Java Mocca, kopi robusta dari petani kopi setempat lalu disajikan dengan metode seduh yang beragam. Ada vietnam dripp, v60, french press dan yang lain. Selain kopi pun ada kok sehingga bagi yang tak suka kopi masih bisa mencoba menu yang lain. Harganya juga terjangkau, komplet, “promosinya.

Menariknya, area wisata ini juga tak hanya menawarkan menu istimewa tetapi juga pemandangan dan banyak spot foto yang menarik.Lokasi ini juga bisa membuat pengunjung mengeksplor area kebun kopi dengan leluasa. Berbagai fasilitas umum juga siap menjadi pelengkap agar Anda nyaman dan betah.

Untuk bersantai maka ada lima mini joglo yang siap menyambut Anda dan keluarga. Tempatnya asri dan sejuk membuat Anda betah berlama-lama. Belum lagi kesegaran mata ditambah adanya aliran air di sungai kecil yang berasal dari mata air.

Dusun Kopi Sirap yang baru beroperasional 7 bulan ini menurut Imam hasil dari kerjasama antara masyarakat dan pemerintah setempat. “Kami dibekali pelatihan bagaimana mengolah kopi dengan professional jadi rasa pastinya tak kalah dengan barista yang ada di café-café. Pengelolaan pun juga terus mendapatkan perhatian dan dukungan. Makanya olahan biji kopi kami juga sudah didistribusikan kemana-mana, mulai dari Semarang sampai Jakarta,”bangganya.

Menurut Imam yang mewakili teman-temannya, pengelolaan desa wisata edukasi kopi ini dibagi dengan baik. Karang Taruna Sirap atau Katasi mendapatkan tugas mengelola kafe dan bisnisnya. Lalu ada pula pihak pengelolaan desa yang fokus pada produksi kopi.

“Semua di desa memiliki perannya dan menjalankan tugas dengan baik dan memang didukung pemerintah untuk memberdayakan maka saya optimis ini menjadi salah satu desa wisata yang nantinya favorit,”sahutnya optimis.

Optimisme Imam memang nyata karena saat asatu.id berkunjung ke lokasi wisata ini rasanya betah berlama-lama. Terlebih menu masakan desa seperti nasi jagung, ketela goreng, pisang goreng dan menu lainnya nikmat disantap dengan suasana desa. Sama seperti tagline yang dibuat Ngopi Mlosok Ngangeni maka setelah Anda melakukan perjalanan yang cukup menantang dan menikmati kopi dan suasana nantinya akan rindu untuk segera kembali.

142

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan