Ombudsman Jateng Pantau Jembatan Bambu Sunggingan

KUDUS (asatu.id) – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Kelurahan Sunggingan, Kabupaten Kudus,(12/10). Hal tersebut guna menindaklanjuti keluhan warga mengenai pembangunan jembatan bamboo di tempat tersebut.

Jembatan tersebut terdiri dari dua batang bambu yang diikat dan sebatang bambu sebagai pegangan. Jembatan tersebut dibangun atas inisiasi warga untuk mempermudah akses anak-anak menuju sekolah.

Dalam kunjungannya tersebut Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah telah meminta keterangan Kepala MI Mafatihul Ulum terkait lalu lintas penggunaan jembatan.

“Jembatan dibangun para wali murid secara swadaya untuk akses mengantar anak-anak ke sekolah. Apabila melewati jembatan layak yang telah ada, masyarakat harus menempuh jarak kurang lebih 1 kilometer,” tutur Yusuf Falah, selaku Kepala MI Mafatihul Ulum.

Lurah Sunggingan menerangkan jika pihaknya telah beberapa kali mengusulkan kepada camat setempat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2013, 2016, dan 2017. Dana yang diajukan untuk pembangunan jembatan tersebut mencapai 800 hingga 1 milyar Rupiah.

Dalam kesempatan itu, Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Sabarudin Hulu meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Sam’ani Intakoris, untuk mengkaji dan menganalisa pemanfaatan pembangunan jembatan tersebut.

Dirinya menerangkan, bahwa sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, sudah menjadi kewajiban  Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan kepastian dalam hal kajian dan analisa kemanfaatan pembangunan jembatan.

Ditambah lagi, mengingat sejak tahun 2013, Lurah Sunggingan telah mengajukan permohonan melalui Musrenbang dan belum memperoleh kepastian apakah pengajuan tersebut disetujui atau tidak.

“Apalagi melihat kondisi jembatan saat ini sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan masyarakat yang menggunakannya,” imbuh Sabarudin Hulu.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *