8 Negara Kunjungi Semarang, Belajar Kota Tangguh

SEMARANG (asatu.id) – Perwakilan delapan negara ASEAN, yakni Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar, Singapura, Malaysia dan Filipina, yang tergabung dalam ACE (AHA Center Executive) berkunjung ke Kota Semarang, Jumat (13/11).

Rencananya, delapan perwakilan negara ASEAN terserbut akan belajar ilmu tentang Kota Tangguh selama lima hari. Selama studi banding ini, mereka dibekali materi tentang pengantar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana, kunjungan ke SIBAT Kelurahan Wonosari, Ngaliyan dan pembibitan mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Tugu.

Wali Kota Semarang Walikota Hendrar Prihadi mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Dan hal itu juga merupakan sebuah kehormatan, karena dapat berbagi ilmu dengan negara-negara lain, khususnya dalam hal menjadi kota tangguh dalam bidang fisik, sosial maupun ekonomi.

“Dengan saling berbagi ilmu yang dilakukan peserta ACE ini kami berharap persoalan-persoalan yang ada di kota besar, khususnya Semarang, akan cepat teratasi. Menciptakan lingkungan yang baik, bersih, sehat dan tangguh bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga orang-orang yang di wilayah tersebut,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini.

Sebelumnya, Kota Semarang terpilih sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang masuk dalam 100 Resilient Cities (100 Kota tangguh) bersama 99 kota lain di dunia oleh Rockefeller Foundation pada tahun 2016 silam.

“Kota Semarang dinobatkan sebagai kota tangguh, namun punya persoalan dengan yang namanya kemiskinan, pertumbuhan penduduk yang tinggi, kalau hujan banjir dan longsor. Kalau panas mengalami kekeringan. Dengan bergabungnya Semarang ke dalam 100 Resilient City ini menjadikan Semarang akan lebih mampu lagi beradaptasi dan tumbuh berkembang sesuai dengan kondisi-kondisi yang ada, dan masyarakatnya menjadi terbiasa untuk menyesuaikan diri agar tetap hidup di tengah-tengah persoalan-persoalan tersebut,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *