Pemerintah Pusat Didesak Buat Landasan Hukum PLTSa

SEMARANG (asatu.id) – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI akan mendesak pemerintah pusat untuk memberikan landasan hukum yang kuat terkait pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Hal tersebut disampaikan anggota Komite II DPD RI, Denty Eka Widi Pratiwi saat kunjungannya ke TPA Jatibarang, Kecamatan Mijen, Selasa (10/10).

Saat ini, lanjutnya, terdapat tujuh kota di Indonesia yang menjadi percontohan pengelolaan sampah jadi energi listrik. Ketujuh kota tersebut, yakni Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, dan Kota Makassar.

Menurutnya, program Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) harus ada landasan hukum yang kuat, menyusul pembatalan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Sampah Tenaga Listrik.

”Tentunya kami akan mendesak pemerintah untuk memberikan landasan hukum yang kuat pada pengelolaan listrik tenaga sampah,” ujarnya.

Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba menambahkan, untuk kepastian hukum terkait dengan pengelolaan sampah menjadi energi listrik, Negara harus mengusulkan UU penganti energi terbarukan itu.

”Di tahun 2020 nanti kita harus mengurangi penggunaan energi dari fosil sebanyak 25%, salah satunya dengan menghasilkan listrik dari sampah yang sudah dikerjakan pemerintah kota Semarang ini. Tapi kendalanya alatnya mahal, dan beruntung di Semarang ini dapat bantuan dari Denmark,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, meski ada pembatalan dari Mahkamah Agung tentang peraturan pengelolaan sampah untuk tenaga listrik, Pemkot Semarang tetap akan melanjutkan program sampah menjadi listrik.

“Dalam waktu dekat Pemkot  Semarang akan melakukan peresmian bantuan project pengelolaan sampah Jatibarang menjadi listrik dari Pemerintah Denmark. Jika berjalan lancar program ini nantinya akan dapat menghasilkan tenaga listrik hingga sebesar 1,5 megawatt,” tukasnya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *