Indonesia-Belanda Tukar Budaya Lewat Musik

SEMARANG (asatu.id) – Sekolah Nasional Karangturi Semarang bersama Pusat Budaya Widya Mitra Semarang menggelar konser Jazz bersama pernyanyi asal Belanda, Kris Berry. Acara tersebut dilakukan sebagai sarana pertukaran budaya antara dua negara.

Acara tersebut diselenggarakan atas prakarsa Kedutaan Besar Belanda di Indonesia melalui Erasmushuis, dengan menyelenggarakan konser musik jazz.

“Kenapa musik Jazz, karena musik ini adalah musik yang populer di Belanda. Pendekatan melalui musik saya pikir mudah untuk diterima masyarakat Indonesia,” ujar Seno Prakoso, selaku Koordinator Pusat Budaya Widya Mitra Semarang, Sabtu (7/10).

Meskipun Belanda dan Indonesia adalah dua negara besar yang kaya akan kreativitas, kolaborasi budaya antardua negara masih tergolong kecil. Sehingga dibutuhkan penyelenggaraan musik yang bisa dikemas dengan musik. “Kerjasama ini seperti diplomasi antardua negara, nantinya mungkin ada pertukaran pelajar di mana antar siswa bisa mempelajari budaya yang ada di masing-masing negara,” tuturnya.

Pengurus Yayasan Sekolah Nasional Karangturi, Harsono mengatakan jika pertukaran budaya tersebut sesuai dengan visi sekolah, yakni berwawasan global dengan semangat kewirausahaan.

“Datangnya musisi jazz asal Belanda, yakni Kris Berry diharapkan para siswa bisa lebih mengerti akan musik dan budaya yang ada di luar negeri,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, pada siang harinya musisi Kris Berry diajak untuk melihat akulturasi budaya di Kota Semarang, mulai dari mempelajari tarian Semarangan, dilanjut dengan melihat bangunan cagar budaya di Kota Lama.

“Akulturasi budaya dan kesenian lokal di Semarang juga kita kenalkan, mereka juga kami ajak meniknati makanan kuliner khas Semarangan,” tambahnya. (Dhino)

40

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan