Tingkatkan Mutu Apoteker Dalam Melawan Obat Ilegal, IAI Korwil Bergas Adakan Diskusi

SEMARANG (asatu.id) – Maraknya peredaran obat ilegal dikalangan masyarakat luas mendorong Ikatan Apotek Indonesia (IAI) Pengurus Cabang (PC) Kabupaten Semarang Korwil Bergas (Korwil E) gelar rapat kerja serta diskusi bersama dengan puluhan peserta.

Bertempat di Hotel C3 Ungaran, acara diskusi bertajuk ‘Stop Penggunaan Obat Ilegal (SPBU)’ dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Terlihat, diskusi berjalan interaktif antara pembicara yakni Kepala Instalasi Farmasi RSUD Ungaran Sumaryana dengan para peserta.

Pembicara sekaligus Kepala Instalasi Farmasi RSUD Ungaran Sumaryana, mengatakan dengan adanya peredaran obat ilegal, apoteker pada saat pembelanjaan diharapkan dapat betul-betul di meperhatikan asal muaasal obat yang ingin didistribusikan kepada masyatakat.

“Para apoteker harus lebih jeli saat belanja obat khususnya produk baru. Produk dari pabrikan yang resmi pasti ada hologramnya sebagai pertanda dari sisi luar.  Pabrikan yang punya izin resmi dapat di cek melalui aplikasi BPOM, dan setiap pabrikan pun selalu memberikan informasi ketika mengeluarkan produk baru,” jelas Sumaryana ketika dijumpai pewarta usai ‘Rapat Kerja Korwil Bergas (Korwil E) Dan Diskusi Stop Penggunaan Obat Ilegal’, Sabtu (7/10).

Sementra itu, Ketua Panitia Nur Aisyah mengatakan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan mutu serta pengetahuan apoteker khususnya di wilayah Korwil Bergas (Korwil E) mengenai obat ilegal.

“Kegiatan ini juga untuk meningkat mutu serta pengetahuan apoteker dalam mewaspadai obat ilegal. Karena dulu pernah punya pengalaman, sudah beli obat resmi, tapi setelah di cek di BPOM ternyata obat itu ilegal (tidak tredaftar di BPOM),” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi apoteker agar lebih profesional dalam melaksanakan tugas melayani masyarakat.

“Kebanyakan apotek kan yang punya bukan apoteker, jadi melalui ini apoteker diharapkan dapat bersuara ketika menemukan obat yang tidak terdaftar di BPOM berada tempat kerjanya, apoteker harus berparktek secara profesional,” tandasnya.

Selain kegiatan diskusi, acara tersebut juga dilaksanakan Rapat Kerja Korwil Bergas (Korwil E) dengan agenda memilih ketua Koordinator Wilayah masa jabatan 2018-2022.

Dalam pemilihan tersebut, Nur Aisyah terpilih menjadi Ketua Korwil Bergas setelah mengumpulkan perolehan suara sebanyak 55 persen dari keseluruhan anggota (35 anggota).

118

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan