Usung Ikon Semarang, Batik Motif Kuntul, Tugumuda, Asem Juarai Lomba Batik

SEMARANG (asatu.id) – Lomba Desain Batik Semarang yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang yang sedianya diselenggarakan sejak 11 hingga 20 September lalu sudah mendapatkan juaranya.

Desain babatik yang menusung ikon Kota Semarang, yakni iBurung Kuntul, Tugu Muda dan pohon Asem milik Dwi Rahayu Subekti menjadi juara satu, setelah mengalahkan beberapa desain batik lainnya. Untuk juara kedua adalah motif Jagat Semarang  milik Gerin Natalino An Raufi dan juara tiga diraih Joko Sunarto dengan ide motif Jagad Semarangan juga.

Para pemenang memperoleh hadiah berupa piala, sertifikat, dan uang pembinaan sebesar Rp 4 juta untuk juara I,  juara II mendapat uang sebesar Rp 3,5 juta. Juara 3 memperoleh uang sebesar Rp 3 juta dan 3 orang juara harapan masing-masing akan memperoleh Rp 1,5 juta.

Adapun untuk juara harapan diraih Deddy Award (Batik Dugderan), Elvin Okta (parang Sekar Arang) dan R Chandra Suryawan (Kawung Semarang).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Litani Satyawati mengatakan, lomba desain batik ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap batik, khususnya di Kota Semarang melalui Motif Batik Semarang.

“Kami akan menindaklanjuti dengan adanya pembinaan terhadap desainer maupun perajin batik lainnya di kota ini dengan seminar mengenai batik pada 17 Oktober mendatang,” ujarnya, Jumat (6/10).

Sementara itu, Dwi Rahayu Subekti menerangkan, dipilihnya Kuntul, Tugu Muda dan Asem dalam desainnya karena ketiganya merupakan ikon Kota Semarang. “Sebagai ikon, tentu harus dipertahankan dan diimplementasikan,” tukasnya

Asatu.id, semarang, dinkop, batik kuntul

 

99

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan